Seiring perkembangannnya waktu, tentunya masyarakat ingin melakukan segala aktivitasnya dengan serba cepat, efisien dan juga mudah. Untuk hal tersebut, maka dalam pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari pun juga ikut berkembang mengikuti perkembangan zaman tersebut. Dengan kehadiran jasa pengiriman barang ini, tentunya aktivitas jual-beli di dalam platform digital tersebut dapat berjalan dengan lancar dan arus pendistribusian logistik barang menjadi lebih lancar dan luas.
Meskipun dapat memberikan kemudahan di dalam pemenuhan kebutuhan pokok yang ada di tengah-tengah masyarakat, namun nyatanya sebuah aktivitas pengiriman lewat sebuah jasa pengiriman barang pun masih mempunyai beberapa kendala yang dirasakan oleh masyarakat. Seringkali kita membeli / mengirim barang yang berasal dari luar negeri seperti china ,amerika,dan singapura ,tapi pernakah anda kesal kenapa barang anda lama sekali datang?
Di dalam suatu pengiriman barang, ada berbagai hal yang dapat terjadi di dalam proses pengiriman barang itu sendiri. Salah satunya adalah dengan terjadinya proses pengiriman barang yang lama. Lantas, apa saja yang membuat proses pengiriman barang ini menjadi lama? Berikut informasinya yang bisa kami sharing-kan kepada anda.
- Gudang warehouse pengiriman barang penuh / overload
Salah satu hal yang menjadi penyebab terjadinya pengiriman barang yang menjadi lama adalah karena gudang warehouse dari jasa pengiriman barang tersebut sedang penuh. Akibat dari penuhnya gudang tersebut, maka hal itu bisa menjadi penyebab pengiriman barang menjadi lama dan barang akan disimpan di cabang layanan pengiriman barang itu.
- Kurir yang lambat dalam pengiriman
Penyebab hal berikutnya adalah karena sang kurir yang lambat di dalam pengirimannya. Tentunya pada bagian ini bisa terjadi karena beberapa hal yang meliputinya. Beberapa hal seperti banyaknya kiriman yang harus diantar oleh kurir, jarak pengiriman yang jauh, hingga adanya kendala teknis maupun kendala operasional adalah beberapa hal yang dapat membuat melambatnya proses pengiriman.
- Penulisan alamat yang kurang lengkap
Hal lainnya yang dapat membuat pengiriman barang Anda menjadi lama adalah karena adanya kesalahan dari barang itu sendiri. Hal-hal seperti alamat yang kurang lengkap, nomor telepon penerima yang tidak ada, hingga tidak jelasnya nama penerima maupun pengirim bisa menjadi salah satu penyebab mengapa pengiriman menjadi lama.
- Nomor resi yang tidak jelas / tidak lengkap
Nomor resi merupakan salah satu hal yang paling penting di dalam sebuah aktivitas pengiriman barang. Lewat adanya nomor resi tersebut, maka barang yang dikirim akan menjadi resmi dan dapat dilacak sudah sampai dimana proses pengiriman barangnya tersebut. Apabila nomor resi tidak jelas atau tidak lengkap, maka hal tersebut dapat mengganggu proses pengiriman barang itu sendiri.
- Marking Code berdasarkan Nama
Di beberapa perusahaan pengiriman jasa ada yang namanya marking code dengan system penulisan yang berbeda tetapi ada satu hal yang sama yaitu Penulisan nama. Akan ada baiknya jika penulisan nama merupakan nama depan dan nama belakang akan lebih baik jika penulisan sesuai ktp dikarenakan memungkinkan adanya pengiriman barang yang tertukar dengan pelanggan lain yang memiliki nama yang sama atau mirip.
Konfirmasi pengejaan nama antara pembuat marking code dengan pelanggan juga sangatlah penting. Dikarenakan banyak terapat nama dengan panggilan yang sama tetapi penulisan huruf yang berbeda salah satu contohny “DENI” Pengejaan nama mungkin terdengar seperti itu tetapi penulisan bisa saja Danny, Deni, Denny bahkan Dandi. Maka sangatlah penting untuk memperhatikan cara pngejaan suatu nama dengan benar.
- Value barang tidak sesuai
Value barang merupakan harga dari total barang yang akan dikirim? Mengapa demikian? Terkadang ada kasus seperti pengiriman Tas dengan value barang Rp. 2.000.000 dengan banyak 1 lusin atau 12 pcs tetapi didalam salah satu tas tersebut diselipkan hp. Sehingga saat melakukan pengiriman dan terdeteksi bahwa ada hp didalam tas tersebut barang akan dihold dan disita. Karena tidak sesuai dengan invoice dan list perlengkapan dari dokumen barang yang telah diberikan.
7. Tidak tersedianya slot untuk pengiriman. Slot pengiriman?
Jadi setiap hari pengiriman barang memiliki slot tertentu secara laut maupun udara Mengapa demikian? Demi keamanan jasa transportasi tersebut setiap pengiriman dibatasi, serta keamanan untuk barang tersebut. Terkadang pelanggan harus menunggu beberapa hari untuk memasuki slot pengiriman tersebut. Maka pelanggan harus berkomunikasi dengan penyedia jasa untuk estimasi hari yang tepat.
8. Informasi Detail.
Dengan menyampaikan atau mendapatkan informasi harus disimak secara baik dan detail. Detail yang dimaskud bisa dari harga, identitas penerima, proses pengiriman, lama perjalananan pngiriman dan sebagainya. Sehingga saat proses terjadinya pengiriman tidak ada kesalah pahaman dikemudian hari agar pengiriman barangpun tidak di hold sementara. Itupun juga demi kebaikan kedua belah pihak. Pihak penyedia jasa juga tidak bisa memberikan informasi yang kurang terpercaya atau masih ragu-ragu karena itu akan menjadi kendala kedepannya.
Pengiriman barang merupakan salah satu hal yang cukup penting bagi setiap aktivitas keseharian masyarakat. Dengan adanya aktivitas pengiriman tersebut, maka kebutuhan pokok bagi masyarakat dapat terpenuhi dengan mudah. Namun begitu, lamanya proses pengiriman barang terjadi kapan saja karena adanya bermacam-macam kendala yang ada.
Maka dari itu untuk mencegah terjadinya hal – hal yang tidak kita inginkan , kita harus lebih teliti dalam penulisan seperti alamat ,marking code, nomer telephone, nama pengirim dan penerima dan juga untuk menghindari pengiriman barang yang lama penting bagi untuk memilih jasa pengiriman yang tepat dalam pengiriman barang dari luar negeri
Mengapa proses clearance barang di Indonesia sangat lambat dan problematik?
Proses clearance barang di Indonesia sering kali menjadi hambatan yang signifikan dalam kegiatan perdagangan internasional. Lambatnya proses clearance tidak hanya berdampak pada perusahaan dan konsumen domestik, tetapi juga mempengaruhi daya saing Indonesia di pasar global. Salah satu penyebab utama keterlambatan ini adalah birokrasi yang kompleks dan panjang. Sistem perizinan yang harus dilalui oleh importir sering kali melibatkan berbagai instansi pemerintah dengan prosedur yang berbeda-beda, yang menyebabkan proses clearance menjadi berbelit-belit dan memakan waktu lama. Hal ini berdampak langsung pada waktu pengiriman barang, sehingga perusahaan yang berbisnis di Indonesia harus memperhitungkan tambahan waktu dan biaya yang dapat meningkatkan harga jual produk.
Selain birokrasi yang panjang, keterbatasan infrastruktur di pelabuhan dan bandara juga turut mempengaruhi lambatnya proses clearance barang. Pelabuhan besar seperti Tanjung Priok, yang menangani sebagian besar impor ke Indonesia, sering kali mengalami penumpukan kontainer akibat kapasitas yang terbatas. Meskipun ada upaya modernisasi pelabuhan dengan teknologi yang lebih canggih, implementasi ini masih belum merata di seluruh pelabuhan di Indonesia. Hal ini menciptakan ketidakpastian bagi pelaku bisnis dalam menentukan waktu yang tepat untuk distribusi barang. Selain itu, keterbatasan tenaga kerja yang terampil dalam menangani proses clearance juga menjadi salah satu faktor penyebab lambatnya pengurusan barang impor di Indonesia. Banyaknya aturan dan regulasi yang berbeda di setiap pelabuhan juga menyebabkan ketidakefisienan yang lebih jauh.
Dari sisi regulasi, aturan mengenai bea dan cukai di Indonesia masih sering mengalami perubahan yang mendadak. Hal ini membuat pelaku bisnis sulit untuk beradaptasi dengan cepat, terutama bagi perusahaan kecil dan menengah yang mungkin tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk mengikuti perubahan tersebut. Keterbatasan transparansi dalam pengurusan bea dan cukai juga menimbulkan ketidakpastian bagi importir, di mana biaya tambahan yang tidak terduga sering kali muncul, sehingga membuat proses impor lebih mahal dan tidak efisien. Beberapa laporan juga menunjukkan adanya praktik pungutan liar di beberapa pelabuhan, yang menambah panjangnya waktu pengurusan clearance. Ketidakpastian biaya ini menyebabkan banyak perusahaan, terutama yang berbasis internasional, merasa enggan untuk meningkatkan volume impor mereka ke Indonesia, yang pada akhirnya merugikan pasar dalam negeri.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia telah berupaya melakukan reformasi di bidang perizinan dan bea cukai untuk mempercepat proses clearance. Beberapa inisiatif seperti implementasi Indonesia National Single Window (INSW) telah diluncurkan dengan tujuan menyederhanakan prosedur perizinan dengan mengintegrasikan semua proses clearance melalui satu pintu. Namun, meskipun sudah ada upaya untuk digitalisasi sistem clearance, pelaksanaannya masih belum optimal, terutama di daerah-daerah yang jauh dari pusat. Hambatan infrastruktur teknologi di pelabuhan-pelabuhan kecil membuat digitalisasi proses clearance sulit dilakukan dengan merata. Selain itu, masih ada kendala dalam hal sinkronisasi data antara berbagai instansi yang terlibat, yang menyebabkan ketidakefektifan dalam pengurusan barang.
Dampak dari lambatnya proses clearance ini cukup signifikan terhadap perekonomian Indonesia, khususnya di sektor perdagangan dan logistik. Banyak perusahaan yang harus menanggung biaya tambahan akibat keterlambatan pengiriman barang, baik dalam bentuk biaya penyimpanan barang di pelabuhan maupun potensi hilangnya kesempatan bisnis. Bagi perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, keterlambatan impor bahan baku dapat mengganggu rantai pasok produksi, yang pada akhirnya berdampak pada harga jual produk di pasar. Hal ini juga berpengaruh pada daya saing produk Indonesia di pasar global, karena waktu dan biaya pengiriman yang lebih lama dibandingkan negara lain di Asia Tenggara seperti Singapura dan Malaysia, yang memiliki proses clearance yang lebih cepat dan efisien.
Lambatnya proses clearance barang juga berdampak pada konsumen akhir di Indonesia. Dalam era e-commerce yang semakin berkembang, konsumen berharap barang yang mereka beli dari luar negeri dapat tiba dengan cepat. Namun, kenyataannya, keterlambatan di bea cukai sering kali menyebabkan waktu pengiriman barang menjadi lebih lama dari yang dijanjikan. Hal ini dapat mengurangi kepercayaan konsumen terhadap perusahaan e-commerce, terutama jika barang yang mereka pesan tidak tiba tepat waktu. Fenomena ini semakin menjadi perhatian seiring dengan meningkatnya jumlah konsumen Indonesia yang melakukan pembelian barang dari luar negeri melalui platform seperti Amazon, Alibaba, atau Taobao. Pertumbuhan cross-border e-commerce ini memerlukan sistem clearance yang lebih cepat dan transparan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Selain dari sisi konsumen dan perusahaan, dampak lambatnya proses clearance barang juga dirasakan oleh pemerintah dalam hal pendapatan negara. Proses clearance yang tidak efisien dapat mengurangi penerimaan negara dari sektor pajak dan bea impor, karena banyaknya barang yang tertahan di pelabuhan dalam waktu lama. Selain itu, praktik-praktik yang tidak transparan dalam pengurusan bea cukai juga bisa menyebabkan kebocoran penerimaan negara. Oleh karena itu, perbaikan dalam sistem clearance sangat penting untuk meningkatkan efisiensi administrasi pajak dan bea cukai, serta untuk memastikan bahwa Indonesia dapat memaksimalkan potensi dari perdagangan internasional.
Jika dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara, proses clearance barang di Indonesia masih tertinggal. Singapura, misalnya, memiliki sistem clearance yang jauh lebih cepat dan efisien, yang memungkinkan negara tersebut menjadi pusat logistik dan perdagangan global. Di Singapura, hampir semua proses clearance dilakukan secara digital dengan sedikit campur tangan manual, yang mengurangi potensi kesalahan manusia dan praktik korupsi. Hal ini memberikan keuntungan kompetitif bagi Singapura dalam menarik investasi dan bisnis yang bergerak di sektor logistik. Sementara itu, Indonesia perlu terus berbenah untuk mengejar ketertinggalan ini, agar dapat bersaing di pasar global.
Lambatnya proses clearance barang di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari birokrasi yang kompleks, keterbatasan infrastruktur, hingga regulasi yang berubah-ubah. Dampak dari keterlambatan ini dirasakan oleh berbagai pihak, mulai dari perusahaan, konsumen, hingga pemerintah. Meskipun sudah ada upaya untuk memperbaiki sistem clearance melalui digitalisasi dan reformasi regulasi, implementasinya masih perlu ditingkatkan. Dengan perbaikan yang signifikan, Indonesia dapat meningkatkan daya saingnya di pasar global dan menarik lebih banyak investasi di sektor perdagangan dan logistik. Dalam era perdagangan internasional yang semakin cepat dan dinamis, kecepatan dan efisiensi dalam proses clearance adalah kunci bagi Indonesia untuk menjadi pemain utama di pasar global.
Mengapa dengan melakukan pengiriman via Batam yang notabene adalah FTZ area dapat menjadi lebih mudah dalam melakukan pengiriman impor dibandingkan mengimpor via Jakarta?
Pengiriman barang impor ke Indonesia kerap kali menjadi tantangan bagi perusahaan dan individu karena berbagai hambatan logistik dan peraturan yang ketat. Namun, dengan memilih Batam sebagai titik transit, proses impor dapat menjadi lebih mudah dibandingkan pengiriman langsung ke Jakarta. Salah satu alasan utama di balik kemudahan ini adalah status Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone/FTZ). Kawasan ini menawarkan berbagai keuntungan dari segi perpajakan dan logistik yang tidak tersedia di pelabuhan atau bandara di Jakarta. Dengan memanfaatkan Batam sebagai pintu masuk, pengirim dapat mengurangi beban biaya serta waktu yang dihabiskan untuk mengurus prosedur bea cukai yang sering kali memakan waktu lama di pelabuhan Jakarta.
Pasar untuk pengiriman impor ke Indonesia sangat besar, terutama mengingat populasi yang mencapai lebih dari 270 juta orang dan berkembangnya pasar e-commerce. Pada tahun 2023, nilai transaksi e-commerce di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar USD 68,5 miliar, menjadikannya salah satu pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara. Penggunaan Batam sebagai titik transit semakin populer di kalangan pelaku bisnis karena kawasan ini memungkinkan masuknya barang dengan proses yang lebih efisien. Selain itu, biaya operasional yang lebih rendah di Batam memberikan keunggulan bagi perusahaan dalam mengurangi total biaya pengiriman. Sebagai FTZ, Batam memungkinkan pengimpor untuk menunda pembayaran bea cukai hingga barang benar-benar dikirim ke wilayah Indonesia lainnya, sebuah keuntungan besar yang tidak dapat dinikmati oleh pengimpor yang menggunakan Jakarta sebagai pintu masuk.
Jaringan logistik di Batam juga berkembang pesat. Sebagai bagian dari kepulauan Riau, Batam memiliki akses langsung ke Singapura, yang merupakan salah satu pusat logistik global. Banyak perusahaan internasional yang menggunakan Batam sebagai hub transit sebelum mengirimkan barang ke pasar Indonesia lainnya. Trend ini terus meningkat seiring dengan pertumbuhan e-commerce dan perdagangan lintas batas. Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan impor barang-barang seperti pakaian, teknologi, serta produk kesehatan ke Indonesia semakin cepat, dan Batam menawarkan akses yang lebih cepat untuk distribusi barang-barang ini dibandingkan Jakarta yang sering kali mengalami keterlambatan karena kepadatan lalu lintas pelabuhan.
Keberadaan Batam sebagai kawasan FTZ juga memberi dampak positif bagi pasar global, terutama bagi perusahaan-perusahaan yang ingin masuk ke pasar Indonesia. Produk dari berbagai merek internasional, terutama dari sektor teknologi, fesyen, dan kesehatan, dapat masuk ke Batam dengan mudah, sebelum didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia. Misalnya, produk-produk teknologi dari merek seperti Apple, Samsung, dan Xiaomi sering kali menggunakan Batam sebagai jalur masuk, mengingat permintaan akan produk-produk ini yang terus meningkat di Indonesia. Konsumen Indonesia dikenal sebagai salah satu konsumen teknologi terbesar di kawasan, dengan penjualan smartphone dan gadget lainnya yang mencapai angka jutaan unit setiap tahun.
Selain itu, tren pengiriman via Batam juga dipengaruhi oleh fleksibilitas regulasi yang ditawarkan oleh pemerintah Indonesia. Pemerintah telah membuat berbagai kebijakan untuk mendorong perdagangan di FTZ, termasuk pengurangan atau penghapusan tarif impor untuk barang-barang yang transit melalui Batam. Kebijakan ini menarik perhatian banyak perusahaan yang ingin menekan biaya dan meningkatkan efisiensi operasional mereka di Indonesia. Jakarta, meskipun merupakan ibu kota dan pusat ekonomi terbesar di Indonesia, sering kali menghadapi tantangan logistik seperti kemacetan, biaya tinggi, dan regulasi yang lebih ketat, membuatnya kurang menarik bagi perusahaan yang ingin mengimpor barang dalam jumlah besar atau secara cepat.
Dari segi teknis, pengiriman via Batam juga menawarkan keuntungan dalam hal prosedur pengurusan dokumen. Sistem yang ada di Batam dirancang untuk mempercepat proses administrasi, dengan integrasi teknologi dan prosedur yang lebih simpel dibandingkan Jakarta. Hal ini mengurangi waktu tunggu yang biasanya terjadi saat barang tiba di pelabuhan atau bandara, sehingga memungkinkan barang-barang untuk segera dikirim ke konsumen atau distributor di wilayah lain di Indonesia. Selain itu, fasilitas pelabuhan di Batam terus ditingkatkan untuk mengakomodasi volume perdagangan yang semakin besar, menjadikannya salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya.
Dalam hal dampak bagi pasar global, penggunaan Batam sebagai FTZ memungkinkan perusahaan multinasional untuk lebih mudah mengakses pasar Indonesia tanpa harus menghadapi kerumitan logistik yang biasanya terkait dengan impor langsung ke Jakarta. Perusahaan-perusahaan besar dari Tiongkok, Amerika Serikat, dan Eropa melihat Batam sebagai pintu gerbang yang lebih efisien dan hemat biaya untuk mendistribusikan produk mereka di Indonesia. Dengan tren globalisasi yang semakin meningkat, serta pertumbuhan e-commerce lintas batas yang pesat, Batam menjadi solusi yang ideal untuk mempercepat rantai pasokan barang ke Indonesia.
Dengan semua faktor ini, tidak mengherankan bahwa banyak perusahaan mulai beralih ke Batam sebagai jalur utama untuk impor barang mereka ke Indonesia. Keuntungan dari sisi pajak, regulasi yang lebih fleksibel, infrastruktur logistik yang berkembang, serta kedekatan dengan Singapura sebagai hub logistik global menjadikan Batam pilihan yang lebih baik dibandingkan Jakarta. Bagi konsumen Indonesia, hal ini juga berarti mereka bisa mendapatkan akses lebih cepat dan murah ke produk-produk impor, terutama barang-barang yang terkait dengan teknologi dan fesyen, dua sektor yang terus mengalami pertumbuhan permintaan di Indonesia.
Dari perspektif global, tren ini juga menunjukkan bagaimana kawasan FTZ seperti Batam dapat mempengaruhi dinamika perdagangan internasional. Sebagai salah satu kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia Tenggara, Indonesia memainkan peran penting dalam peta perdagangan global, dan Batam menjadi salah satu pintu masuk utama untuk perdagangan tersebut. Dengan terus berkembangnya pasar Indonesia, terutama di sektor e-commerce, perusahaan di seluruh dunia akan semakin banyak yang memanfaatkan Batam sebagai titik transit utama untuk masuk ke pasar Indonesia. Ke depan, tren ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dan e-commerce, serta kebutuhan akan solusi logistik yang lebih efisien.
Mengapa Anda harus mengirim dengan SindoShipping dan bagaimana perusahaan kami dapat membantu Anda dan bisnis Anda dalam mengirim barang dan produk Anda ke Indonesia?
Visi perusahaan kami adalah untuk membantu perusahaan di seluruh dunia agar dapat mengekspor produk mereka ke Indonesia dengan mudah dan memperluas pasar mereka secara global, terutama di Asia Tenggara. Indonesia adalah pasar internet terdepan dan ekonomi terbesar di kawasan ini, dan kami ingin mempermudah proses impor ke negara ini. Kami juga ingin membantu jutaan orang Indonesia untuk mengakses produk dari seluruh dunia melalui sistem pengiriman yang efektif.
Dengan dokumentasi dan perantara yang tepat, kami dapat membantu pelanggan kami mengirim beberapa kategori barang yang memiliki batasan terbatas ke Indonesia tanpa masalah langsung ke alamat pelanggan. Kami memahami proses dan regulasi impor, termasuk proses perpajakan impor.
SindoShipping telah mengkhususkan diri dalam pengiriman barang elektronik, produk teknologi tinggi, kosmetik, barang mewah, mainan, suplemen dan vitamin, fashion, tas dan sepatu, serta obat tradisional ke Indonesia sejak tahun 2014. Kami menawarkan akurasi pengiriman yang tinggi dan pelacakan langsung yang tersedia selama pengiriman lintas batas sehingga pelanggan dapat merasa aman dan nyaman dengan pengiriman mereka. Hubungi kami sekarang untuk detail lebih lanjut di 6282144690546 dan kunjungi situs kami di sindoshipping.com.





