Contact us now for any inquiry about shipment  click here

SindoShipping by Seeds (S) Int P/L Co Reg UEN 202523778K

SindoShipping is more than a courier. It’s the trusted logistics partner that powers Indonesia’s new wave of digital entrepreneurs. With a clean flat-rate model, a laser focus on cross-border pain points, and a digital-first outreach strategy, We are aiming to enable more local business in Indonesia.

We are cross-border logistics and e-commerce enabler that empowers Indonesian resellers, SMEs, and digital sellers to import products seamlessly from Singapore, USA, China, Korea, and other global trade hubs. We combine freight forwarding, warehousing, customs clearance, and last-mile delivery into a single affordable and transparent platform..

Apakah kalian mempunyai rencana untuk memulai usaha bisnis di masa sekarang ? kalau iya, anda bisa memulai bisnis anda di bidang eksport import . Mengapa eksport import ?ekspor impor atau perdagangan nasional merupakan industri yang sangat masif. Hampir setiap negara di dunia terlibat dalam perdagangan internasional. Tanpa adanya kegiatan ekspor impor, tentu saja akan banyak negara yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhannya. Proses memindahkan dari satu negara ke negara merupakan hal yang cukup kompleks. Maka dari itu, banyak orang dari berbagai pihak dan profesi yang terlibat agar industri ekspor impor dapat terus berjalan.

Karier dalam dunia ekspor impor bisa jadi sangat luas dan melibakan banyak jenis perusahaan yang didalamnya membutuhkan professional dalam berbagai bidang. Tapi, pada dasarnya, terdapat tiga pihak yang memfasilitasi jalannya bisnis ekspor impor, yaitu eksportir, importir, dan jasa pengiriman barang. Kamu bisa memulai kariermu dalam industri ekpor impor dengan bergabung dengan salah satu dari perusahaan yang berjalan dalam bidang tersebut. Pada dasarnya perusahaan manajemen ekspor impor merupakan perantara untuk berbagai perusahaan di dunia yang membantu memfasilitasi transaksi pengiriman skala besar mereka. Sedangkan jasa pengiriman barang atau perusahaan pengangkutan barang, merupakan perantara antara eksportir dan importir.

berikut ini adalah beberapa kelebihan dari bisnis eksport import ;

1. Dengan impor anda bisa mendapatkan produk yang unik. Setiap produk yang diciptakan di dunia ini pasti tidak akan sama satu dengan lain karena beberapa faktor seperti sumber daya yang digunakan, kebudayaan dan peraturan yang ada di Negara tersebut, dan faktor lain-lainny

2. Manfaat yang bisa didapatkan suatu negara dengan melakukan ekspor adalah dapat mengenalkan produknya ke luar negeri, memperbesar ekspansi pasar, membuka lapangan kerja karena semakin banyaknya permintaan barang untuk diekspor, dan juga tentunya menambah devisa negara. Sedangkan manfaat dari impor, selain untuk mengatasi kekurangan barang, juga untuk memperoleh bahan baku yang lebih berkualitas dan juga menjaga kestabilan harga.

Untuk Anda yang ingin membeli barang dari luar negeri, atau ingin mengimpor barang dari luar negeri, maka Anda harus mengerti tips dan trik impor barang dari luar negeri tersebut. Hal seperti ini perlu Anda lakukan, agar tidak terjadi kesalahan dalam pengiriman, dan pembayaran. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan impor barang tersebut :

1. Menentukan harga dan sistem perdagangan
Ketika Anda akan melakukan pembelian barang dari luar negeri, maka hal yang harus Anda lakukan pertama kali dengan supplier adalah sistem pembayaran seperti apa yang akan dilakukan. Ada beberapa sistem pembayaran yang biasanya dilakukan seperti FOB ( Free On Board), CRF (Cost and Freight), CIF (Cost Insurance and Freight), dan beberapa jenis sistem pembayaran lainnya.

2. Menentukan cara dan biaya pengiriman
Setelah Anda mengetahui term of trade atau term penyerahan perdagangan dari pemilik barang, hal berikutnya yang perlu Anda lakukan adalah mengetahui dan memastikan aneka macam biaya tambahan yang perlu Anda keluarkan, untuk sampai ke alamat yang dituju.
Disini pihak jasa pengangkut barang harus mengetahui berat dan dimensi barang yang hendak dikirim, baru kemudian pihak jasa pengangkut memberikan harga biaya angkut yang harus dibayar.

3. Memilih freight Forwarder
Pilih jasa pengangkut barang atau freight forwarder yang paling tepat, ketika Anda melakukan transaksi pembelian dari luar negeri seperti ini. Karena pihak forwarder yang baik, akan mengurus semua dokumen yang diperlukan untuk mengirimkan barang ke alamat yang dituju. Seperti pengurusan kepabeanan, asuransi, dan hal-hal lainnya.

4. Memilih sistem pengiriman
Hal berikutnya yang perlu Anda perhatikan adalah memilih sistem pengiriman yang paling menguntungkan. Dalam hal ini ada 3 jenis pengiriman yang dapat Anda pilih, antara lain :

Ocean freight, atau melalui jalan laut. Penggunaan alat transportasi seperti ini, paling tepat dilakukan, jika barang yang dikirim jumlahnya banyak dan berat, serta tidak membutuhkan waktu pengiriman yang cepat.
Air freight atau melalui jalan udara. Penggunaan alat transportasi seperti ini paling tepat, jika barang yang dikirim kecil, dan jumlahnya sedikit, serta untuk kebutuhan mendesak.
Jalan darat, penggunaan jalan darat biasanya jarang dilakukan, penggunaan jalan darat, hanya dilakukan ketika barang sudah hampir tiba di tempat tujuan. Sistem pengiriman barang biasanya menggunakan kombinasi laut atau udara.

5. Asuransikan barang
Ketika Anda mengimpor barang seperti ini, ada baiknya jika proses pengiriman barang tersebut juga dilengkapi dengan sistem asuransi. Anda dapat melakukan asuransi terhadap barang tersebut, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Disini Anda menggunakan sistem asuransi cargo.

6. Memahami peraturan pabean
Pahami juga aneka macam peraturan kepabeanan, seperti aneka larangan barang yang tidak boleh masuk, apakah barang tersebut memerlukan dokumen khusus ketika masuk ke Indonesia, atau yang lainnya.

7. Menentukan cara bayar
Menentukan cara membayar barang yang dikirim juga perlu Anda lakukan, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan disini antara lain :

Sistem transfer, melakukan transfer antara bank.
Menggunakan kartu kredit, Anda dapat membayar menggunakan kartu kredit, dengan catatan, sistem pembayaran ini sebelumnya sudah dikonfirmasi.
Sistem pembayaran kemudian, pada sistem ini, Anda tidak akan membayar apapun, sebelum barang dikapalkan dan sebelum barang diterima. Cara ini hanya dapat dilakukan jika terjadi kesepatakan dari kedua belah pihak.

Berikut itu adalah beberapa tips dan trik impor barang yang bisa kami berikan, berikutnya apabila Anda masih merasa kesulitan dengan beberapa hal yang telah disebutkan di atas, Anda dapat menggunakan beberapa jasa import barang yang ada belakangan ini. Dengan menggunakan jasa seperti ini, maka beberapa hal seperti sistem pembayaran, jasa forwarder, sistem beli barang jadi jauh lebih mudah.

Mengapa pajak impor dihitung dari CIF (Cargo, Insurance, Freight) dan bukan hanya dari harga barang itu sendiri?

Pajak impor merupakan salah satu instrumen penting dalam perdagangan internasional yang digunakan oleh pemerintah di seluruh dunia untuk melindungi ekonomi domestik dan mengumpulkan pendapatan negara. Salah satu metode yang paling umum digunakan untuk menghitung pajak impor adalah berdasarkan CIF (Cargo, Insurance, Freight), yang mencakup biaya barang itu sendiri, asuransi pengiriman, dan biaya pengangkutan. Banyak orang mungkin bertanya mengapa pajak impor tidak dihitung hanya dari harga barang, melainkan harus mencakup CIF. Jawabannya terletak pada beberapa faktor utama yang berkaitan dengan keamanan ekonomi, transparansi, serta penyesuaian dengan pasar global.

Pertama, pajak impor berbasis CIF mencerminkan nilai total barang yang masuk ke sebuah negara. Ketika barang dibeli dari luar negeri, harga yang dibayar oleh pembeli di negara tujuan tidak hanya mencakup biaya produk, tetapi juga biaya lain yang melekat pada proses pengiriman, seperti asuransi dan transportasi. Karena itu, metode CIF memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai nilai keseluruhan barang yang diimpor. Hal ini juga memungkinkan pemerintah untuk mengumpulkan pajak yang lebih adil dan proporsional berdasarkan nilai akhir barang yang sampai ke pelabuhan atau tempat tujuan.

Selain itu, pajak impor berdasarkan CIF membantu memastikan bahwa nilai produk di pasar domestik tidak terdistorsi oleh harga barang impor yang terlihat lebih rendah daripada yang sebenarnya. Sebagai contoh, jika pajak impor hanya dihitung dari harga barang, sebuah produk yang dijual dengan harga murah di luar negeri namun dengan biaya pengiriman yang sangat mahal, akan terhindar dari pengenaan pajak yang lebih tinggi. Ini bisa memberikan keunggulan tidak adil bagi produk impor dibandingkan produk lokal yang tidak menghadapi biaya pengiriman dan asuransi yang sama. Oleh karena itu, dengan menggunakan CIF sebagai dasar perhitungan, pemerintah berusaha menjaga kesetaraan di pasar domestik dan melindungi industri lokal dari persaingan yang tidak sehat.

Dalam konteks pasar global, metode CIF mencerminkan standar internasional yang diakui oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan berbagai badan perdagangan lainnya. Standar ini memungkinkan negara-negara untuk menyelaraskan sistem pajak impor mereka dan memastikan bahwa perdagangan antar negara berjalan dengan lebih transparan dan konsisten. Seiring dengan meningkatnya perdagangan lintas batas dan globalisasi, penggunaan metode CIF menjadi semakin penting untuk menjaga integritas dan keteraturan dalam perdagangan internasional.

Tren global yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir juga menunjukkan adanya peningkatan volume perdagangan internasional, terutama melalui e-commerce. Banyak konsumen dari seluruh dunia yang memesan barang dari berbagai negara, dan biaya pengiriman serta asuransi menjadi komponen utama dalam proses ini. Dengan semakin banyaknya produk yang dikirim ke berbagai belahan dunia, CIF menjadi cara yang tepat untuk menghitung pajak impor karena mencakup semua biaya yang terkait dengan pengiriman internasional. Menurut data dari World Trade Organization (WTO), nilai perdagangan barang global mencapai lebih dari 19 triliun dolar AS pada tahun 2021, dengan peningkatan pesat di sektor e-commerce yang terus berkembang. Tren ini memperkuat relevansi penggunaan CIF dalam menghitung pajak impor.

Bagi konsumen global, pengenaan pajak berdasarkan CIF dapat memberikan kejelasan dalam perhitungan biaya total yang harus mereka bayar saat membeli barang dari luar negeri. Banyak platform e-commerce seperti Amazon, eBay, dan AliExpress yang sudah menghitung biaya CIF ke dalam total pembayaran untuk memudahkan konsumen mengetahui berapa total biaya yang harus mereka bayar. Hal ini juga membantu mencegah kejutan tak terduga saat barang sampai di negara tujuan, di mana biaya tambahan seperti pajak impor dapat menjadi sangat memberatkan jika tidak diperhitungkan dengan baik sejak awal.

Dalam kasus negara seperti Indonesia, pajak impor berbasis CIF membantu mengendalikan arus masuk barang-barang impor dengan lebih efektif. Negara ini memiliki pasar konsumen yang besar, dengan populasi lebih dari 270 juta orang. Mengingat tingginya permintaan akan produk impor, dari barang elektronik, fashion, hingga vitamin dan suplemen, pengenaan pajak berdasarkan CIF membantu pemerintah Indonesia untuk mengumpulkan pendapatan yang signifikan. Menurut data dari Kementerian Keuangan Indonesia, pendapatan dari pajak impor mencapai lebih dari Rp 30 triliun pada tahun 2022. Angka ini menunjukkan betapa pentingnya peran pajak impor dalam anggaran negara, terutama di negara berkembang dengan pasar konsumen yang besar.

Namun, ada juga tantangan yang dihadapi oleh konsumen dan pelaku usaha terkait dengan penggunaan CIF dalam perhitungan pajak impor. Salah satu tantangan terbesar adalah kenaikan biaya pengiriman internasional yang drastis sejak pandemi COVID-19. Biaya pengiriman kontainer misalnya, naik lebih dari tiga kali lipat antara tahun 2020 dan 2021, menurut data dari Freightos. Kenaikan ini berdampak langsung pada meningkatnya nilai CIF yang pada akhirnya juga menaikkan jumlah pajak impor yang harus dibayar oleh konsumen. Bagi banyak konsumen dan pelaku usaha kecil, hal ini dapat menjadi beban tambahan yang mengurangi daya beli mereka atau margin keuntungan usaha.

Selain itu, bagi perusahaan-perusahaan internasional yang sering mengirim barang ke berbagai negara, perhitungan pajak impor berbasis CIF memerlukan perhatian khusus. Mereka harus memastikan bahwa semua dokumen pengiriman mencakup biaya asuransi dan pengiriman yang tepat untuk menghindari sengketa dengan otoritas bea cukai di negara tujuan. Beberapa perusahaan besar, seperti DHL, FedEx, dan UPS, sudah memiliki sistem yang canggih untuk mengelola pengiriman internasional dan memastikan bahwa semua elemen CIF dicakup dengan benar. Mereka juga bekerja sama dengan pelanggan untuk menyediakan perkiraan biaya yang akurat sebelum barang dikirimkan.

Alasan utama mengapa pajak impor dihitung berdasarkan CIF dan bukan hanya dari harga barang itu sendiri adalah untuk mencerminkan nilai sebenarnya dari barang tersebut ketika tiba di negara tujuan. Dengan mempertimbangkan biaya pengiriman dan asuransi, metode CIF memberikan gambaran yang lebih lengkap dan adil mengenai nilai barang impor. Hal ini juga membantu menjaga integritas pasar domestik, memastikan persaingan yang sehat, serta melindungi pendapatan negara dari potensi kerugian. Tren global dalam perdagangan internasional yang terus meningkat, terutama melalui e-commerce, semakin memperkuat pentingnya CIF sebagai standar perhitungan pajak impor yang efektif dan transparan.

Mengapa pemerintah mengontrol barang impor konsumsi yang masuk ke negara Indonesia?

Pemerintah Indonesia memiliki kebijakan yang ketat dalam mengontrol barang impor konsumsi yang masuk ke negara ini, dan kebijakan tersebut didasarkan pada berbagai alasan yang kompleks. Kontrol terhadap barang impor konsumsi tidak hanya penting untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik, tetapi juga untuk melindungi industri lokal, menjaga keseimbangan perdagangan, serta menjamin keamanan dan kualitas barang yang beredar di pasaran. Dalam konteks global, langkah-langkah ini tidak hanya berdampak pada pasar domestik Indonesia, tetapi juga memiliki implikasi bagi pasar dunia dan berbagai pihak dalam rantai pasokan global.

Salah satu alasan utama pemerintah mengontrol barang impor konsumsi adalah untuk melindungi industri dalam negeri. Indonesia memiliki pasar yang sangat besar, dengan populasi lebih dari 270 juta orang, yang menjadikan negara ini sebagai salah satu pasar konsumen terbesar di dunia. Produk-produk impor, khususnya produk konsumsi seperti makanan, pakaian, elektronik, dan barang-barang kebutuhan sehari-hari, sangat diminati oleh konsumen Indonesia. Namun, ketergantungan yang terlalu besar pada barang impor dapat melemahkan industri lokal. Jika barang impor lebih murah atau lebih mudah diakses dibandingkan produk lokal, hal ini dapat menyebabkan penurunan permintaan untuk produk-produk dalam negeri, yang akhirnya akan berdampak pada kemampuan bersaing produsen lokal.

Sebagai contoh, industri tekstil dan pakaian di Indonesia sering kali menghadapi tantangan dari produk impor, terutama dari negara-negara seperti Tiongkok, yang mampu menawarkan harga yang lebih kompetitif karena biaya produksi yang lebih rendah. Menurut data Kementerian Perindustrian, impor pakaian dari Tiongkok ke Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, yang membuat para produsen lokal semakin sulit untuk bersaing. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan impor dan bea masuk tinggi pada produk-produk tertentu, seperti pakaian dan tekstil, guna melindungi industri dalam negeri dan memastikan bahwa produsen lokal masih memiliki kesempatan untuk tumbuh.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga berusaha menjaga keseimbangan perdagangan melalui pengaturan impor barang konsumsi. Pada tahun 2022, defisit perdagangan Indonesia untuk beberapa komoditas impor, terutama barang konsumsi seperti makanan dan barang elektronik, semakin melebar. Hal ini bisa mengancam stabilitas ekonomi jangka panjang negara tersebut. Salah satu cara untuk mengurangi defisit ini adalah dengan membatasi impor barang konsumsi dan mendorong produksi dalam negeri atau menggantinya dengan produk lokal. Dengan cara ini, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk impor, sekaligus meningkatkan ekspor produk Indonesia ke pasar global.

Tren dalam pengendalian impor di Indonesia juga terkait dengan keamanan dan kualitas produk yang beredar di pasar. Pemerintah mengontrol barang-barang konsumsi impor untuk memastikan bahwa produk yang masuk ke Indonesia memenuhi standar keselamatan dan kesehatan yang telah ditetapkan. Hal ini sangat penting mengingat banyaknya produk impor, terutama dalam kategori makanan, obat-obatan, dan kosmetik, yang berpotensi tidak sesuai dengan standar kesehatan di Indonesia. Misalnya, pada tahun 2021, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik beberapa produk kosmetik impor dari pasar karena mengandung bahan berbahaya yang dilarang di Indonesia. Kebijakan pengawasan yang ketat ini bertujuan melindungi konsumen dari produk-produk yang berpotensi membahayakan kesehatan mereka.

Lebih jauh lagi, pemerintah juga memperhatikan dampak sosial dari masuknya barang-barang impor ke Indonesia. Salah satu dampak yang signifikan adalah ketergantungan masyarakat terhadap produk-produk impor yang bisa memengaruhi kebudayaan dan preferensi konsumen. Sebagai contoh, semakin banyak konsumen Indonesia yang memilih produk makanan cepat saji impor daripada makanan tradisional lokal, yang mengakibatkan perubahan pola konsumsi dan bahkan gaya hidup. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan erosi terhadap identitas lokal dan preferensi konsumen terhadap produk-produk yang berasal dari budaya luar negeri.

Dari perspektif global, langkah-langkah kontrol impor yang diterapkan oleh Indonesia juga berdampak pada hubungan perdagangan internasional. Sebagai salah satu negara berkembang dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, kebijakan perdagangan Indonesia memiliki dampak signifikan terhadap negara-negara mitra dagang, seperti Tiongkok, Amerika Serikat, dan negara-negara anggota ASEAN lainnya. Misalnya, pembatasan impor produk-produk konsumsi tertentu dari negara-negara tersebut dapat mempengaruhi arus perdagangan global, menciptakan tantangan bagi eksportir yang berupaya masuk atau mempertahankan pangsa pasar di Indonesia.

Namun, langkah-langkah pengendalian ini tidak sepenuhnya menghambat hubungan perdagangan internasional. Indonesia masih berkomitmen untuk menjaga keterbukaan ekonominya, terutama dalam kerangka kerjasama perdagangan bebas seperti ASEAN Free Trade Area (AFTA) dan kesepakatan perdagangan bilateral lainnya. Kebijakan kontrol impor yang diterapkan pemerintah bertujuan untuk menyeimbangkan kebutuhan melindungi ekonomi dalam negeri dengan kewajiban internasional serta mendorong persaingan yang sehat di pasar domestik. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan tarif impor yang lebih tinggi pada barang-barang yang dapat diproduksi secara lokal, sambil tetap memberikan akses bagi barang-barang yang tidak tersedia di pasar dalam negeri.

Dalam beberapa tahun terakhir, ada tren yang menarik dalam preferensi konsumen Indonesia terhadap produk-produk impor. Barang-barang teknologi, seperti smartphone dan perangkat elektronik, terus mendominasi impor barang konsumsi di Indonesia. Produk-produk dari merek global seperti Apple, Samsung, dan Xiaomi sangat diminati oleh konsumen Indonesia, dan hal ini mendorong peningkatan permintaan terhadap barang-barang impor berkualitas tinggi di segmen ini. Di sisi lain, pemerintah juga berupaya mendorong produksi dalam negeri di sektor teknologi dengan memberikan insentif bagi perusahaan-perusahaan teknologi untuk membangun pabrik di Indonesia, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk-produk impor.

Langkah pemerintah Indonesia untuk mengontrol impor barang konsumsi juga dilihat sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan industri lokal yang lebih berkelanjutan dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Impor barang konsumsi, terutama produk makanan dan minuman, sering kali memerlukan rantai pasokan yang panjang, yang berdampak pada emisi karbon dan jejak ekologis. Dengan mendorong produksi dan konsumsi barang-barang lokal, Indonesia dapat membantu mengurangi dampak lingkungan dari rantai pasokan global yang kompleks dan berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.

Pengendalian impor barang konsumsi oleh pemerintah Indonesia adalah kebijakan yang kompleks dengan berbagai tujuan, termasuk melindungi industri lokal, menjaga keseimbangan perdagangan, memastikan keamanan dan kualitas produk, serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan identitas lokal. Kebijakan ini mencerminkan upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan daya saing industri dalam negeri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah tantangan global.

Mengapa Anda harus mengirim dengan SindoShipping dan bagaimana perusahaan kami dapat membantu Anda dan bisnis Anda dalam mengirim barang dan produk Anda ke Indonesia?

Visi perusahaan kami adalah untuk membantu perusahaan di seluruh dunia agar dapat mengekspor produk mereka ke Indonesia dengan mudah dan memperluas pasar mereka secara global, terutama di Asia Tenggara. Indonesia adalah pasar internet terdepan dan ekonomi terbesar di kawasan ini, dan kami ingin mempermudah proses impor ke negara ini. Kami juga ingin membantu jutaan orang Indonesia untuk mengakses produk dari seluruh dunia melalui sistem pengiriman yang efektif.

Dengan dokumentasi dan perantara yang tepat, kami dapat membantu pelanggan kami mengirim beberapa kategori barang yang memiliki batasan terbatas ke Indonesia tanpa masalah langsung ke alamat pelanggan. Kami memahami proses dan regulasi impor, termasuk proses perpajakan impor.

SindoShipping telah mengkhususkan diri dalam pengiriman barang elektronik, produk teknologi tinggi, kosmetik, barang mewah, mainan, suplemen dan vitamin, fashion, tas dan sepatu, serta obat tradisional ke Indonesia sejak tahun 2014. Kami menawarkan akurasi pengiriman yang tinggi dan pelacakan langsung yang tersedia selama pengiriman lintas batas sehingga pelanggan dapat merasa aman dan nyaman dengan pengiriman mereka. Hubungi kami sekarang untuk detail lebih lanjut di 6282144690546 dan kunjungi situs kami di sindoshipping.com.

Kalian bisa menyerahkan masalah pengiriman barang anda dengan sindo shipping karena sindo shipping membantu masalah pengiriman barang eksport import anda .Di Indonesia sendiri, cukup sulit untuk dapat menemukan jasa pengiriman barang ke luar negri seperti Singapura, Jepang, Malaysia, Amerika, Australia, etc, yang mudah dan murah di karena kan hanya beberapa perusahaan yang mempunyai jasa yang dapat melakukan pengiriman internasional.Kebanyakan jasa pengiriman tidak dapat melakukan pengambilan ke alamat anda sehingga anda harus ke counter tempat pengiriman barang tersebut. Terlebih lagi banyak nya pengiriman barang yang memberikan harga murah tetapi tidak ada jaminan barang sampai atau kapan kepastian barang sampai ke tujuan. Pengurusan custom impor pun kadang menjadi masalah di negara tujuan.SindoShipping sudah sejak 2014, melakukan pengiriman dari dalam ke luar negri maupun sebaliknya dengan menggunakan Singapura sebagai basis transit. Dengan kerjasama dengan DHL, pengiriman SindoShipping dapat mencapai ke seluruh dunia tanpa terkecuali. Sistem yang dimiliki DHL sebagai jasa kurir service terbesar di dunia sudah mumpuni dan terbukti.

Nah bagi anda yang ingin memulai bisnis eksport import dan masih bingung mengenai jasa pengiriman eksport import , kalian bisa menggunakan jasa sindo shipping karena di sindo shipping akan membantu anda dalam mentracking barang anda , dengan custumer service yang siap melayani anda mengenai barang anda , dan juga sindo shipping membantu anda dalam masalah bea cukai , dan juga tentunya sudah terpercaya dan juga memiliki asuransi pengiriman , maka dari itu jika kalian berminat untuk menggunakan jasa sindo shipping kalian bisa menghubungi kami di no +6281296055142 , happy shipping.

Blog

The blog is inspired by the luxury brand world knowledge and the information about shipping goods to Indonesia. With our expertise of shipping and the product knowledge, rest assured that your shipping are in the good hands.