Contact us now for any inquiry about shipment  click here

SindoShipping by Seeds (S) Int P/L Co Reg UEN 202523778K

SindoShipping is more than a courier. It’s the trusted logistics partner that powers Indonesia’s new wave of digital entrepreneurs. With a clean flat-rate model, a laser focus on cross-border pain points, and a digital-first outreach strategy, We are aiming to enable more local business in Indonesia.

We are cross-border logistics and e-commerce enabler that empowers Indonesian resellers, SMEs, and digital sellers to import products seamlessly from Singapore, USA, China, Korea, and other global trade hubs. We combine freight forwarding, warehousing, customs clearance, and last-mile delivery into a single affordable and transparent platform..

Ini adalah pertanyaan yang sering di jumpai di pencarian google dan sulit untuk menemukan bagaimana dapat menemukan jawaban dari pertanyaan ini. Beberapa faktor utama yang mempengaruhi sistem importasi Indonesia yang di kenal cukup menyita waktu dan tenaga pengirim yang ingin melakukan kiriman barang ke Indonesia yaitu faktor bea cukai, penyedia jasa pengiriman barang, sistem pengiriman barang dari penjual, dan beberapa faktor lain nya.

Beberapa hal yang menyebabkan pengiriman barang ke Indonesia yang terkadang dapat di kategorikan cukup sulit dan menyita banyak waktu akan kami coba bahas di halaman ini. Mari kita coba pilah bagaimana anda bisa mendapatkan jasa pengiriman ke Indonesia yang murah dan cepat.

Sekilas Tentang Jasa Pengiriman Barang dan e-commerce di Indonesia

Sistem jasa pengiriman barang dan paket di Indonesia bukanlah hal yang baru dan sudah ada sistem tersebut dari Jaman penjajahan Belanda sejak tahun 1746. Pos Indonesia lah yang pertama-tama memonopoli sistem pengiriman surat pos, paket, maupun barang-barang kiriman ke seluruh Indonesia. Sebelum pemain swasta dengan sistem jasa pengiriman kilat seperti TIKI atau JNE hadir di Indonesia, Pos Indonesia memonopoli pasar pengiriman barang Indonesia.

Tetapi dengan masuk nya pemain swasta ke industri jasa pengiriman barang per tahun 1990an dan dengan menawarkan jasa pengiriman yang selaras dengan kemajuan teknologi yang cepat, mudah dan posisi barang dapat di ikuti secara online dan real time di jaman 2000an, Pos Indonesia semakin tertinggal jauh. 

Pos Indonesia sebagai perusahaan pemerintah mulai kewalahan untuk mengikuti perkembangan jasa pengiriman barang swasta seperti TIKI, JNE, JET Express, dan lain-lain. Perkembangan jasa pengiriman barang kilat di Indonesia terus tumbuh dari tahun ke tahun di karenakan permintaaan pasar yang dimana bergaris lurus dengan perkembangan sistem belanja online di Indonesia.

Pada 10 tahun belakangan ini di mana industri dunia maya semakin meningkat, jasa pengiriman barang sebagai industri yang mensupport sistem jual beli dalam dunia maya juga terus meningkat. 

Dengan berkembang nya online shop raksasa di Indonesia seperti Tokopedia, Bukalapak, Shoppe, dan lain-lain, sangat berpengaruh besar dalam industri jasa pengiriman barang di Indonesia. Transaksi yang dahulu tidak pernah terjadi dimana penjual dan pembeli tidak pernah bertemu muka mulai berkembang. Dewasa ini, pembeli hanya perlu berlandaskan kepercayaan dan komentar online yang positif untuk dapat memulai transaksi online tanpa perlu bertemu dengan penjual.

Faktor lain nya yang mempengaruhi perkembangan yang cukup signifikan adalah dari kaum para milenial yang mulai mengikuti perkembangan tren internet dan belanja online dari luar negeri, pada khusus nya dari negara-negara maju yang dimana perkembangan teknologi internet yang cukup signifikan seperti misalnya Amerika Serikat, Cina, Jepang, Korea, dan lain-lain, yang terus meningkatkan transaksi di dunia maya dari tahun ke tahun nya selaras dengan pengguna teknologi internet yang semakin tinggi setiap tahun nya.  

Menurut statistik, pertumbuhan dunia e-commerce terus di prediksi sekitar 17-20 persen per tahun dan pengaruh lain nya yaitu semakin banyak nya pengguna ponsel pintar yang menjadi pilihan utama para milenial untuk terus aktif di dunia maya. Sekarang ini, pengetahuan dapat di capai dengan hanya beberapa ketikan melalui internet di ponsel pintar (smart phone).

Statistik konsumer e-commerce yang berbelanja secara online juga semakin meningkat di Indonesia. Setiap tahun nya, pertumbuhan pengguna smartphone atau teknologi internet semakin bertambah sekitar 78% di Indonesia. Per tahun 2018, di laporkan pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 150 juta orang. Indonesia ke depan akan menjadi salah satu pasar yang besar dalam dunia e-commerce khusus nya di asia pasifik sehingga pasar Indonesia ini semakin di minati oleh pengembang-pengembang pasar dunia online global.

Website-website di luar negri juga cukup banyak popular di kalangan warga Indonesia yaitu amazon , alibaba, ebay, qoo10 dari Singapura. Website luar negri cukup diminati karena harga yang cukup bersaing dan juga variasi barang yang cukup banyak.

Menurut statistik, di Indonesia sekitar 13 persen rata-rata dari pendapatan per bulan di gunakan untuk keperluan belanja online dan di prediksi perkembangan e-commerce di Indonesia sendiri per tahun 2022 akan mencapai angka sekitar 700 triliyun rupiah, 10 kali lipat di bandingkan pasar e-commerce per tahun 2017.

Pada dewasa ini, belanja online dapat di kategorikan dalam beberapa hal, belanja kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan pokok dan tradisional seperti beras, minyak, telur, dll, yang dapat di antar langsung ke rumah, ataupun belanja barang-barang elektronik, produk kecantikan, produk kesehatan, dll.

Mungkin sebelum nya pada era 1990an, di mana perkembangan marketing dan periklanan, masyarakat lebih mengenal belanja tanpa temu muka dari saluran tv yang menawarkan produk yang konsumen dapat memesan langsung dengan menelepon ke nomor tertentu setelah melihat iklan yang tayang di layar televisi yang berkembang sampai sekarang ini dengan sistem belanja online.

Maka dari itu dibutuhkan perusahaan jasa pengiriman barang impor dari luar negeri ke Indonesia yang dapat membantu masyarakat Indonesia yang ingin memesan barang dari website-website yang berada di luar negeri atau mendapatkan produk yang tidak terdapat di pasar Indonesia pada umumnya atau mungkin pembeli dari produk bisa mendapatkan harga yang mungkin lebih murah jika membeli barang dari luar negri di banding kan harga produk yang di dapat kan dari pasar lokal.

Bagaimana sejarahnya e-commerce dan marketplace dapat berkembang begitu pesat sampai sekarang ini?

Perkembangan e-commerce dan marketplace yang begitu pesat hingga saat ini merupakan hasil dari kombinasi berbagai faktor yang mencakup evolusi teknologi, perubahan perilaku konsumen, serta peningkatan akses terhadap internet. Awalnya, e-commerce mulai muncul pada pertengahan tahun 1990-an dengan pelopor seperti Amazon dan eBay yang mulai menawarkan platform perdagangan digital. Namun, perkembangan ini tidak terjadi dalam semalam; diperlukan waktu lebih dari dua dekade untuk menciptakan ekosistem yang memungkinkan pertumbuhan yang signifikan di seluruh dunia.

Pada awalnya, pasar e-commerce relatif kecil, terutama di negara-negara maju di mana akses internet lebih mudah dan infrastruktur digital lebih baik. Pada tahun 2000, pasar e-commerce global bernilai sekitar $27 miliar, angka yang cukup kecil jika dibandingkan dengan ukuran pasar saat ini. Namun, dengan kemajuan teknologi, termasuk peningkatan kecepatan internet dan munculnya smartphone, pasar ini mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Pada tahun 2023, ukuran pasar e-commerce global diperkirakan mencapai $6,3 triliun, dengan tingkat pertumbuhan tahunan sekitar 14,7% dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh semakin banyaknya konsumen yang beralih dari belanja fisik ke belanja online, terutama setelah pandemi COVID-19 yang memaksa banyak orang untuk berbelanja dari rumah.

Tren ini tidak hanya terbatas pada pasar-pasar tradisional seperti Amerika Serikat dan Eropa Barat. Pasar e-commerce juga tumbuh pesat di negara-negara berkembang, termasuk Cina, India, dan Brazil. Cina saat ini adalah pasar e-commerce terbesar di dunia, dengan penjualan online mencapai lebih dari $2,8 triliun pada tahun 2022, yang merupakan hampir setengah dari total penjualan e-commerce global. Keberhasilan ini didorong oleh pemain-pemain besar seperti Alibaba dan JD.com, yang telah menciptakan ekosistem digital yang menggabungkan perdagangan, pembayaran digital, dan logistik dalam satu platform yang terintegrasi.

Selain pertumbuhan pasar yang luar biasa, jangkauan e-commerce juga telah mengalami ekspansi yang signifikan. Pada tahun 1990-an, e-commerce sebagian besar terbatas pada produk-produk tertentu seperti buku dan barang-barang elektronik. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi dan logistik, hampir semua jenis produk kini dapat dibeli secara online. Dari pakaian hingga makanan, dari barang-barang mewah hingga kebutuhan sehari-hari, semua tersedia di marketplace. Selain itu, dengan munculnya konsep marketplace, di mana platform seperti Amazon, Alibaba, dan Tokopedia memungkinkan penjual individu untuk menjual produk mereka, e-commerce telah membuka pintu bagi usaha kecil dan menengah untuk menjangkau pasar global tanpa memerlukan infrastruktur fisik yang besar.

Tren e-commerce juga telah mengubah cara konsumen berbelanja. Konsumen sekarang lebih mengandalkan ulasan online, perbandingan harga, dan rekomendasi algoritma untuk membuat keputusan pembelian. Selain itu, dengan munculnya media sosial dan integrasi dengan platform e-commerce, konsumen kini dapat menemukan produk baru melalui influencer dan konten yang disesuaikan dengan preferensi mereka. Misalnya, pada tahun 2023, lebih dari 45% konsumen global mengaku menemukan produk baru melalui media sosial, sebuah tren yang diperkirakan akan terus berkembang seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang berinvestasi dalam pemasaran digital.

Dampak dari perkembangan e-commerce dan marketplace ini terhadap pasar dunia sangat signifikan. Di satu sisi, e-commerce telah menciptakan peluang baru bagi bisnis di seluruh dunia. Pada tahun 2022, lebih dari 2,14 miliar orang berbelanja secara online, yang berarti hampir 28% dari populasi dunia adalah pembeli online. Ini menciptakan peluang besar bagi perusahaan yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan digital. Perusahaan seperti Amazon, dengan penjualan lebih dari $469 miliar pada tahun 2021, telah menunjukkan bagaimana e-commerce dapat mengubah bisnis menjadi raksasa global.

Di sisi lain, e-commerce juga telah menantang model bisnis tradisional. Toko-toko fisik mengalami penurunan penjualan yang signifikan, terutama di sektor-sektor seperti ritel pakaian dan elektronik, di mana konsumen lebih memilih kenyamanan belanja online. Ini terlihat dari meningkatnya jumlah toko yang tutup di seluruh dunia; pada tahun 2021 saja, lebih dari 12.000 toko fisik tutup di Amerika Serikat. Selain itu, dengan munculnya konsep pengiriman cepat seperti same-day delivery, konsumen menjadi semakin tidak sabar dan mengharapkan layanan yang lebih cepat, yang memaksa bisnis untuk berinvestasi dalam infrastruktur logistik yang lebih canggih.

Bagi pasar konsumen global, e-commerce telah mengubah cara mereka berinteraksi dengan produk dan merek. Konsumen kini memiliki akses yang lebih besar ke produk-produk dari seluruh dunia, sering kali dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan toko fisik. Selain itu, dengan kemudahan berbelanja dari mana saja dan kapan saja, konsumen memiliki kontrol lebih besar atas pengalaman berbelanja mereka. Namun, ini juga menimbulkan tantangan baru, seperti masalah keamanan data dan privasi, yang menjadi perhatian utama seiring dengan meningkatnya frekuensi transaksi online.

Di tengah semua ini, beberapa merek dan produk telah muncul sebagai pemenang di era e-commerce. Misalnya, Apple, dengan penjualan online yang mencapai $365,8 miliar pada tahun 2021, telah memanfaatkan e-commerce untuk memperluas jangkauannya di seluruh dunia. Selain itu, merek-merek fesyen seperti Shein dan Zalando telah berhasil menarik konsumen muda dengan menawarkan produk-produk tren dengan harga terjangkau dan pengalaman berbelanja yang dipersonalisasi. Di sisi lain, perusahaan teknologi seperti Shopify dan Square telah menjadi pemain kunci dalam mendukung bisnis kecil dan menengah untuk memasuki pasar e-commerce dengan menawarkan platform yang mudah digunakan untuk membuat dan mengelola toko online.

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, big data, dan blockchain juga telah mengubah lanskap e-commerce. Teknologi-teknologi ini memungkinkan personalisasi yang lebih baik, keamanan yang lebih tinggi, dan efisiensi yang lebih besar dalam operasi bisnis. Misalnya, penggunaan kecerdasan buatan dalam prediksi permintaan dan pengelolaan inventaris telah membantu bisnis mengurangi biaya dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Selain itu, dengan munculnya teknologi blockchain, transaksi online menjadi lebih transparan dan aman, yang meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap e-commerce.

Perkembangan e-commerce dan marketplace merupakan contoh bagaimana teknologi dapat mengubah industri dan menciptakan peluang baru di seluruh dunia. Dengan ukuran pasar yang terus berkembang, jangkauan yang semakin luas, dan dampak yang signifikan terhadap pasar global, e-commerce telah menjadi bagian integral dari kehidupan modern. Ke depannya, dengan terus berkembangnya teknologi dan perubahan perilaku konsumen, e-commerce diharapkan akan terus tumbuh dan menciptakan inovasi-inovasi baru yang akan mengubah cara kita berbelanja dan berbisnis.

Mengapa website-website e-commerce dan marketplace dari luar negri cukup diminati oleh masyarakan Indonesia?

Pertumbuhan pesat e-commerce dan marketplace global telah menarik perhatian masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Website e-commerce dan marketplace dari luar negeri kini cukup diminati oleh konsumen Indonesia, yang terpengaruh oleh berbagai faktor seperti ukuran pasar, jangkauan global, tren yang berkembang, serta dampaknya terhadap pasar global. Pemahaman tentang mengapa platform ini menarik bagi konsumen Indonesia memerlukan analisis yang lebih dalam terhadap kondisi pasar, preferensi konsumen, serta inovasi teknologi yang ditawarkan oleh platform-platform ini.

Pertama, dari segi ukuran pasar, Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia, yang mencapai lebih dari 270 juta jiwa. Dengan populasi yang begitu besar, Indonesia menjadi pasar yang sangat menarik bagi perusahaan e-commerce global. Data menunjukkan bahwa penetrasi internet di Indonesia terus meningkat, dengan lebih dari 70% populasi kini terhubung dengan internet. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai pasar yang potensial bagi berbagai platform e-commerce internasional, seperti Amazon, Alibaba, dan eBay. Pasar e-commerce Indonesia diperkirakan akan terus tumbuh, dengan nilai pasar yang diproyeksikan mencapai USD 146 miliar pada tahun 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya aksesibilitas teknologi, peningkatan daya beli masyarakat, serta adopsi yang cepat terhadap pembayaran digital.

Jangkauan global yang ditawarkan oleh platform e-commerce luar negeri juga menjadi daya tarik utama bagi konsumen Indonesia. Platform seperti Amazon dan Alibaba menawarkan produk-produk yang mungkin sulit ditemukan di pasar lokal, sehingga konsumen merasa lebih banyak pilihan dalam berbelanja. Selain itu, adanya layanan pengiriman internasional yang semakin efisien membuat konsumen lebih mudah untuk mendapatkan produk-produk dari luar negeri tanpa harus khawatir tentang waktu pengiriman yang lama atau biaya pengiriman yang tinggi. Pada tahun 2023, Alibaba melaporkan peningkatan penjualan lintas negara sebesar 30%, yang sebagian besar didorong oleh permintaan dari pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen di Indonesia semakin tertarik untuk berbelanja di platform global yang menawarkan akses ke produk-produk internasional.

Tren belanja online juga telah berubah secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan semakin banyaknya konsumen yang memilih untuk berbelanja melalui platform e-commerce internasional. Salah satu faktor yang mendorong tren ini adalah adanya penawaran dan diskon eksklusif yang sering kali lebih menarik dibandingkan dengan penawaran di pasar lokal. Platform e-commerce seperti Shopee dan Lazada, yang meskipun beroperasi di Indonesia namun memiliki dukungan dan kepemilikan dari perusahaan global, sering kali menawarkan diskon besar-besaran pada acara-acara tertentu seperti Harbolnas atau Black Friday. Ini menjadi magnet bagi konsumen yang ingin mendapatkan produk berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. Selain itu, platform seperti Amazon juga menawarkan layanan berlangganan seperti Amazon Prime, yang memberikan berbagai keuntungan tambahan seperti pengiriman gratis dan akses ke konten digital eksklusif, yang semakin menarik minat konsumen.

Dampak dari meningkatnya minat terhadap e-commerce luar negeri ini juga sangat signifikan terhadap pasar global. Dalam skala dunia, konsumen Indonesia menjadi bagian dari pasar global yang lebih besar, yang mendorong pertumbuhan ekonomi digital global. Pada tahun 2023, transaksi e-commerce lintas negara diperkirakan mencapai USD 4,2 triliun, dengan Asia Tenggara menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan tercepat. Indonesia, dengan populasi yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang stabil, menjadi kontributor utama terhadap pertumbuhan ini. Konsumen Indonesia yang berbelanja di platform luar negeri tidak hanya mendorong pertumbuhan e-commerce global, tetapi juga memperkuat hubungan perdagangan internasional, yang pada gilirannya mendukung ekonomi global.

Selain itu, pengaruh dari e-commerce internasional juga terlihat dari cara platform ini mengubah perilaku konsumen di Indonesia. Sebagai contoh, meningkatnya penggunaan pembayaran digital di Indonesia sebagian besar didorong oleh adopsi teknologi yang diperkenalkan oleh platform e-commerce global. Perusahaan seperti PayPal, yang banyak digunakan di platform internasional, kini semakin populer di kalangan konsumen Indonesia. Selain itu, adanya teknologi seperti artificial intelligence (AI) dan big data yang diterapkan oleh perusahaan e-commerce besar telah meningkatkan pengalaman belanja konsumen dengan menyediakan rekomendasi produk yang lebih personal dan relevan. Tren ini juga terlihat dari peningkatan penggunaan chatbot dan asisten virtual di platform e-commerce yang membantu konsumen dalam proses pembelian.

Namun, meskipun platform e-commerce luar negeri menawarkan banyak keuntungan, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah dampak terhadap pelaku usaha lokal. Dengan semakin banyaknya konsumen yang beralih ke platform internasional, usaha kecil dan menengah di Indonesia mungkin menghadapi persaingan yang semakin ketat. Untuk tetap kompetitif, pelaku usaha lokal perlu meningkatkan kualitas produk dan layanan mereka serta mengadopsi teknologi digital untuk menjangkau konsumen secara lebih efektif. Selain itu, pemerintah juga memiliki peran penting dalam mendukung pelaku usaha lokal melalui kebijakan yang mendorong inovasi dan akses ke pasar global.

Minat yang tinggi dari masyarakat Indonesia terhadap website e-commerce dan marketplace luar negeri merupakan fenomena yang didorong oleh berbagai faktor, termasuk ukuran pasar yang besar, jangkauan global yang luas, tren belanja yang berkembang, serta dampaknya terhadap pasar global. Dengan terus berkembangnya teknologi dan meningkatnya aksesibilitas internet, kemungkinan besar minat ini akan terus meningkat di masa depan. Namun, penting juga untuk mempertimbangkan dampaknya terhadap pelaku usaha lokal dan mencari cara untuk memastikan bahwa semua pihak dapat merasakan manfaat dari pertumbuhan e-commerce yang pesat ini. Dengan demikian, Indonesia dapat terus memainkan peran penting dalam ekonomi digital global yang semakin terhubung.

Bagaimana sistem perpajakan impor dan birokrasi importasi barang untuk barang e-commerce dari luar negri ke Indonesia cukup sulit dan mahal?

Sistem perpajakan impor dan birokrasi importasi barang untuk barang e-commerce dari luar negeri ke Indonesia telah menjadi topik yang banyak dibicarakan, terutama di tengah pesatnya pertumbuhan pasar e-commerce global. Meskipun e-commerce memberikan peluang besar bagi konsumen di Indonesia untuk mengakses produk dari seluruh dunia, kenyataannya, proses impor barang dari luar negeri masih cukup sulit dan mahal. Hal ini disebabkan oleh kompleksitas perpajakan dan birokrasi yang harus dilalui oleh konsumen atau perusahaan e-commerce yang ingin memasukkan barang ke Indonesia.

Pertama, mari kita lihat dari sisi pasar. E-commerce telah menjadi salah satu sektor yang paling cepat berkembang di dunia, dengan nilai transaksi global yang diperkirakan mencapai triliunan dolar per tahun. Di Indonesia, sektor ini juga mengalami lonjakan signifikan, dengan estimasi nilai pasar e-commerce mencapai lebih dari 30 miliar USD pada tahun 2023. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan jumlah pengguna internet, pertumbuhan kelas menengah, dan perubahan perilaku konsumen yang semakin nyaman berbelanja online. Namun, ketika konsumen Indonesia ingin membeli produk dari luar negeri, mereka sering kali harus menghadapi biaya tambahan yang signifikan berupa pajak impor dan berbagai biaya birokrasi lainnya.

Sistem perpajakan impor di Indonesia, terutama untuk barang-barang yang dibeli melalui e-commerce, dapat cukup membingungkan bagi banyak konsumen. Pajak yang dikenakan mencakup Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan (PPh), dan Bea Masuk. PPN saat ini berada di angka 11%, sementara PPh untuk impor barang dengan nilai tertentu berkisar antara 10-15%. Bea Masuk juga bervariasi tergantung pada jenis barang yang diimpor, namun rata-rata berkisar antara 7,5-10%. Secara keseluruhan, total biaya tambahan yang dikenakan pada barang impor dapat mencapai 30-40% dari harga barang itu sendiri. Angka ini tentu cukup signifikan dan dapat menghalangi konsumen untuk membeli produk dari luar negeri, terutama barang-barang dengan harga yang relatif rendah atau sedang.

Di samping itu, birokrasi yang terlibat dalam proses impor juga menjadi hambatan tersendiri. Untuk barang yang nilainya melebihi batas tertentu, konsumen atau pelaku usaha e-commerce harus mengurus berbagai dokumen dan mengikuti prosedur yang rumit. Hal ini sering kali melibatkan pengurusan surat pemberitahuan impor barang (PIB), penyertaan invoice yang terperinci, serta proses verifikasi dari pihak bea cukai. Tidak jarang, proses ini memakan waktu yang cukup lama, sehingga mengurangi kepuasan pelanggan yang harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan barang mereka. Dalam beberapa kasus, biaya tambahan yang muncul dari birokrasi ini bahkan dapat melebihi nilai barang itu sendiri, yang tentu saja menjadi beban tambahan bagi konsumen.

Tren global menunjukkan bahwa banyak negara lain sudah mulai menyederhanakan proses impor untuk mendukung pertumbuhan e-commerce lintas batas. Misalnya, Uni Eropa telah memperkenalkan skema VAT e-commerce yang lebih sederhana, di mana pajak dikenakan pada saat pembelian, sehingga menghilangkan kebutuhan akan proses birokrasi yang rumit di perbatasan. Hal ini tidak hanya mempercepat proses pengiriman, tetapi juga meningkatkan transparansi bagi konsumen yang dapat melihat total biaya termasuk pajak sejak awal pembelian. Sebagai perbandingan, sistem di Indonesia masih tertinggal dalam hal ini, dan banyak yang berpendapat bahwa reformasi di sektor ini sangat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan e-commerce yang lebih inklusif dan kompetitif.

Dampak dari sistem perpajakan dan birokrasi yang kompleks ini tidak hanya dirasakan oleh konsumen, tetapi juga oleh perusahaan e-commerce yang beroperasi di Indonesia. Misalnya, perusahaan besar seperti Lazada, Shopee, dan Tokopedia harus berhadapan dengan tantangan logistik yang lebih besar saat harus mengimpor barang dari luar negeri. Meskipun mereka memiliki skala dan sumber daya yang lebih besar, proses yang rumit dan biaya tambahan tetap menjadi kendala yang mempengaruhi harga akhir barang yang ditawarkan kepada konsumen. Pada akhirnya, ini dapat mengurangi daya saing produk impor dibandingkan dengan produk lokal, yang pada gilirannya mempengaruhi preferensi konsumen.

Namun, ada juga aspek positif yang perlu dicatat. Meskipun biaya dan birokrasi impor bisa menjadi penghalang, hal ini juga mendorong pertumbuhan industri lokal. Dengan harga barang impor yang lebih tinggi, konsumen mungkin lebih memilih produk lokal yang harganya lebih terjangkau dan tersedia lebih cepat. Ini memberikan peluang bagi produsen lokal untuk tumbuh dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Namun, agar manfaat ini dapat dirasakan sepenuhnya, pemerintah perlu menyeimbangkan kebijakan perpajakan dan birokrasi dengan mempertimbangkan kepentingan konsumen dan pelaku usaha.

Dalam konteks pasar global, Indonesia merupakan salah satu pasar e-commerce yang paling menjanjikan. Namun, tantangan yang dihadapi dalam impor barang dapat membatasi akses konsumen terhadap produk internasional, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi pertumbuhan pasar secara keseluruhan. Sebagai contoh, produk-produk teknologi seperti gadget, smartphone, dan perangkat elektronik lainnya yang sering kali menjadi tren di pasar global, mungkin sulit diakses oleh konsumen Indonesia karena tingginya biaya impor. Ini juga berlaku untuk produk fashion, kosmetik, dan barang-barang lainnya yang sering dibeli melalui platform e-commerce internasional.

Cerita tentang merek-merek besar seperti Apple, Samsung, atau Nike yang produknya menjadi incaran konsumen Indonesia sering kali diwarnai oleh keluhan tentang tingginya harga akibat biaya impor. Misalnya, harga sebuah iPhone di Indonesia bisa lebih mahal hingga 20-30% dibandingkan dengan harga di negara asalnya, yang sebagian besar disebabkan oleh pajak dan biaya impor. Ini tentu menjadi tantangan bagi perusahaan untuk tetap kompetitif di pasar Indonesia, sementara konsumen harus mempertimbangkan ulang keputusan pembelian mereka karena perbedaan harga yang signifikan.

Untuk mengatasi masalah ini, banyak pihak yang mengusulkan agar pemerintah Indonesia melakukan reformasi di sektor perpajakan dan birokrasi impor. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan menyederhanakan prosedur impor, mengurangi tarif pajak untuk barang-barang tertentu, atau bahkan menerapkan skema seperti yang dilakukan oleh Uni Eropa di mana pajak sudah termasuk dalam harga barang saat pembelian. Dengan demikian, konsumen dapat mengetahui dengan pasti berapa total biaya yang harus mereka bayar tanpa khawatir akan adanya biaya tambahan yang tidak terduga. Langkah-langkah seperti ini tidak hanya akan meningkatkan kepuasan konsumen, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan e-commerce yang lebih besar dan berkelanjutan di Indonesia.

Secara keseluruhan, meskipun sistem perpajakan impor dan birokrasi importasi barang untuk e-commerce di Indonesia saat ini masih sulit dan mahal, ada peluang besar untuk perbaikan. Dengan melakukan reformasi yang tepat, Indonesia dapat membuka akses yang lebih luas bagi konsumen terhadap produk global, mendukung pertumbuhan sektor e-commerce, dan pada akhirnya memperkuat posisi Indonesia di pasar global. Di era digital yang semakin terhubung, penting bagi Indonesia untuk menyesuaikan diri dengan tren global agar tidak tertinggal dalam persaingan internasional.

Mengapa perusahaan seperti SindoShipping sebagai penyedia jasa importasi e-commerce dan jasa broker pajak impor dari luar negri memiliki fungsi yang cukup krusial bagi konsumen di Indonesia?

Perusahaan seperti SindoShipping memiliki peran yang sangat penting dalam ekosistem e-commerce di Indonesia, terutama dalam konteks importasi barang dari luar negeri dan penyediaan jasa broker pajak impor. Dalam era globalisasi dan digitalisasi yang semakin maju, konsumen di Indonesia tidak lagi terbatas pada produk-produk yang tersedia di pasar domestik. Mereka kini memiliki akses ke berbagai produk dari seluruh dunia melalui platform e-commerce, yang memungkinkan mereka untuk mendapatkan barang yang mungkin tidak tersedia secara lokal atau dengan harga yang lebih kompetitif.

Pasar e-commerce di Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Menurut laporan dari Google, Temasek, dan Bain & Company, nilai pasar e-commerce Indonesia diperkirakan akan mencapai USD 53 miliar pada tahun 2025, naik dari sekitar USD 40 miliar pada tahun 2022. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan jumlah pengguna internet, perubahan perilaku konsumen yang semakin terbiasa dengan belanja online, dan juga oleh dukungan pemerintah terhadap ekonomi digital. Dalam konteks ini, peran perusahaan seperti SindoShipping menjadi semakin vital.

SindoShipping berfungsi sebagai jembatan antara konsumen di Indonesia dan pasar global. Dengan layanan yang mereka tawarkan, konsumen dapat dengan mudah mengimpor barang dari berbagai negara tanpa harus khawatir tentang proses yang kompleks dan birokrasi yang sering kali membingungkan. Salah satu layanan utama yang ditawarkan oleh SindoShipping adalah jasa broker pajak impor. Dalam konteks ini, pajak impor sering kali menjadi salah satu hambatan terbesar bagi konsumen yang ingin mengimpor barang dari luar negeri. Proses penghitungan dan pembayaran pajak impor bisa sangat rumit, terutama jika konsumen tidak familiar dengan aturan dan regulasi yang berlaku. Dengan adanya jasa broker pajak impor dari SindoShipping, konsumen dapat merasa lebih tenang karena seluruh proses tersebut akan ditangani oleh profesional yang berpengalaman.

Tidak hanya itu, SindoShipping juga membantu mempercepat proses importasi dengan menyediakan layanan yang efisien dan andal. Dalam dunia e-commerce yang sangat kompetitif, kecepatan dan keandalan menjadi faktor kunci dalam kepuasan konsumen. Konsumen tidak ingin menunggu terlalu lama untuk menerima barang yang mereka pesan, terutama jika mereka membandingkan dengan pengalaman belanja online di platform lokal yang biasanya menawarkan pengiriman yang cepat. SindoShipping, dengan jaringan logistik yang luas dan kemitraan dengan berbagai perusahaan pengiriman internasional, mampu memastikan bahwa barang-barang yang diimpor dapat sampai ke tangan konsumen dengan cepat dan aman.

Selain itu, tren belanja online lintas negara juga semakin meningkat. Berdasarkan data dari Statista, pada tahun 2023, sekitar 33% dari total penjualan e-commerce global berasal dari transaksi lintas negara. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, semakin tertarik untuk membeli produk dari luar negeri. Tren ini juga dipengaruhi oleh semakin populernya platform e-commerce global seperti Amazon, eBay, dan Alibaba yang memungkinkan konsumen untuk membeli produk dari berbagai negara dengan mudah. Di Indonesia, Shopee dan Lazada juga menawarkan akses ke produk-produk internasional, yang semakin memudahkan konsumen untuk berbelanja secara global.

Dampak dari meningkatnya tren belanja lintas negara ini tidak hanya dirasakan oleh konsumen, tetapi juga oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor logistik dan pengiriman. SindoShipping, sebagai salah satu pemain utama dalam sektor ini, tentu saja diuntungkan oleh tren tersebut. Dengan semakin banyaknya konsumen yang tertarik untuk mengimpor barang dari luar negeri, permintaan akan layanan importasi dan broker pajak impor juga semakin meningkat. Hal ini memungkinkan perusahaan seperti SindoShipping untuk terus berkembang dan memperluas jangkauan layanan mereka.

Namun, penting juga untuk mencatat bahwa peran SindoShipping dan perusahaan sejenis tidak hanya terbatas pada memfasilitasi transaksi antara konsumen dan pasar global. Mereka juga berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia secara keseluruhan. Dengan menyediakan layanan yang memungkinkan konsumen untuk mengakses produk-produk internasional, mereka membantu meningkatkan daya saing pasar e-commerce Indonesia di tingkat global. Ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jangkauan pasar mereka dengan mengekspor produk-produk mereka ke luar negeri melalui platform yang sama.

Secara keseluruhan, perusahaan seperti SindoShipping memiliki peran yang krusial dalam mendukung ekosistem e-commerce di Indonesia. Mereka tidak hanya memfasilitasi transaksi lintas negara, tetapi juga membantu konsumen mengatasi hambatan-hambatan yang terkait dengan proses importasi, seperti pajak impor dan birokrasi yang kompleks. Dengan semakin meningkatnya tren belanja online lintas negara, peran mereka akan menjadi semakin penting dalam beberapa tahun ke depan.

Di tengah perkembangan ini, penting bagi SindoShipping untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan mereka. Persaingan di sektor logistik dan pengiriman sangat ketat, dengan banyak pemain baru yang masuk ke pasar. Oleh karena itu, fokus pada efisiensi, keandalan, dan kepuasan konsumen harus tetap menjadi prioritas utama. Dengan demikian, mereka tidak hanya dapat mempertahankan posisi mereka di pasar, tetapi juga terus tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan pasar e-commerce global.

Dalam era digital yang semakin terhubung ini, akses ke pasar global telah menjadi hal yang semakin mudah bagi konsumen di Indonesia. Perusahaan seperti SindoShipping berperan sebagai fasilitator utama dalam proses ini, memastikan bahwa konsumen dapat dengan mudah mengimpor barang dari luar negeri tanpa harus menghadapi hambatan-hambatan yang sering kali kompleks dan membingungkan. Dengan tren belanja lintas negara yang terus meningkat, peran mereka akan menjadi semakin penting, tidak hanya bagi konsumen, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia secara keseluruhan.

Faktor yang mempengaruhi sistem jasa pengiriman barang impor di Indonesia

Dalam sistem jasa pengiriman barang impor ada beberapa faktor krusial yang cukup mempengaruhi bagaimana memulai pengiriman barang ke Indonesia dari luar negri yang mudah, murah, dan cepat:

1. Temukan penyedia jasa pengiriman barang yang khusus nya dapat menangani pengiriman barang dari luar negri ke indonesia ataupun sebaliknya.

Perlu di ketahui, bahwa tidak semua penyedia pengiriman barang yang menguasai pasar lokal seperti TIKI atau JNE dapat dengan mudah menyediakan jasa pengiriman barang dari luar negri ke Indonesia. 

Penyedia jasa pengiriman barang dari luar negri ke Indonesia yang cukup di minati karena harga yang cukup murah dan juga memiliki kerjasama dengan EMS (Express Mail Service) adalah Pos Indonesia. EMS sendiri merupakan salah satu jasa pengiriman barang internasional yang berada di 190 negara yang di tawarkan oleh penyedia jasa pengiriman barang yang tergabung di Universal Postal Union (UPU) dari seluruh dunia dan tujuan utama nya untuk mengharmonisasi sistem pengiriman barang internasional di seluruh dunia sesuai dengan standar yang di berikan. Di Indonesia, hanya Pos Indonesia yang tergabung dalam UPU, maka dari itu, hanya Pos Indonesia yang dapat menyalurkan pengiriman barang EMS dari luar negri di seluruh Indonesia ataupun sebaliknya mengenai pengiriman barang yang di kirimkan ke luar negeri dari Indonesia.

Tetepi, Pos Indonesia tidak menjamin dan membantu pengirim atau penerima barang dalam masalah bea cukai jika timbul dalam proses pengiriman barang. Biasa nya, dibutuhkan waktu sekitar 7-10 hari dari barang tiba di Indonesia sampai ke tujuan di wilayah Jakarta melalui bea cukai jika tanpa ada masalah atau pengecekan yang ketat.

Apabila petugas bea cukai meminta dokumen tertentu atau barang yang anda kirim bermasalah, barang dapat di tahan sampai 14-21 hari kerja. Beberapa kemungkinan lain nya yaitu barang kiriman dapat di sita ataupun barang di kembalikan ke origin pengirim jika syarat impor dan dokumen import tidak lengkap.

2. Pengaruh dari sistem birokrasi bea cukai atau dari dirjen keuangan.

Faktor cukup krusial mengenai kendala pengiriman barang ke Indonesia adalah sistem birokrasi pemerintahan Indonesia yang cukup ketat dalam proses bea cukai dan importasi barang ke Indonesia. 

Beberapa konsumer belanja online mengeluhkan betapa sulit nya membeli barang dari luar negri yang hanya sebenarnya di gunakan untuk kepentingan pribadi (bukan komersil) meskipun hanya dalam jumlah kecil karena banyak nya syarat yang di butuhkan untuk mengimpor barang yang di beli dari luar negri.

Di bandingkan dengan negara-negara tetangga yang mungkin dapat memberikan peraturan yang lebih jelas mengenai syarat dari tiap barang yang di perbolehkan untuk di impor atau dokumen-dokumen yang di butuhkan dalam proses importasi, Indonesia mungkin cukup tertinggal dalam hal ini.

Faktor lain nya adalah pajak barang yang cukup tinggi untuk mengimpor barang ke Indonesia meskipun dalam jumlah yang kecil. Sekarang, barang dengan nilai sampai USD 1.500 kena tarif flat 7,5% bea masuk ditambah PPN 11%. Nilai ini sudah jauh berubah dari threshold lama USD 3 dan di atas itu akan terkena bergantung dengan HS code yang bervariasi antara 5-50%. Meskipun begitu, harga barang yang terkena pajak masih cukup tinggi di tambah dengan gabungan dari pajak tambahan yaitu pajak pertambahan nilai, pajak importasi, pajak pendapatan pph21, dan pajak pertambahan nilai barang mewah.

Karena itu, untuk dapat menumbuhkan industri perdagangan di Indonesia, pemerintah perlu menyesuaikan pajak-pajak yang dapat mempengaruhi kemudahan dalam sistem importasi barang ke Indonesia. Beberapa tahun belakangan ini, dirjen keuangan terus berupaya untuk menghapus beberapa jenis barang yang termasuk kategori barang mewah untuk dapat menggenjot perekonomian Indonesia. Tetapi hal itu belum cukup kuat karena sebagian besar barang yang masuk ke Indonesia bukan merupakan barang-barang mewah tetapi lebih merupakan barang kebutuhan sehari-hari.

3. Pastikan penyedia jasa pengiriman mempunyai kerjasama yang cukup luas di bidang jasa pengiriman barang dan sesuaikan dengan bujet anda.

Penyedia jasa pengiriman barang perlu untuk terus mengembangkan koneksi nya dalam industri pengiriman barang untuk dapat memenuhi kebutuhan dari konsumen yang beragam. Hal ini di perlukan karena konsumen pada dewasa ini dengan mudah nya bisa membandingkan setiap penawaran ataupun jasa pengiriman barang yang berada di pasaran.

Setiap jasa pengiriman barang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dan maka dari itu diperlukan sistem kerjasama yang kuat di dalam industri pengiriman barang yang bisa saling mendukung dan menopang satu dengan lain nya untuk disesuaikan dengan kebutuhan dari konsumen. Dimana ada beberapa konsumen yang memerlukan jasa pengiriman yang cepat karena kebutuhan barang yang mendesak atau konsumen lebih memilih pilihan jasa pengiriman barang yang tidak perlu cepat tetapi sesuai dengan bujet untuk pengiriman.

Sebagai konsumen pun, anda perlu mempelajari setiap penawaran yang di berikan dan terus memperoleh informasi yang terbaik sebelum memutuskan menggunakan jasa pengiriman barang yang mana untuk mengimpor barang anda ke Indonesia. Cari dan dapatkan penyedia jasa pengiriman barang yang dapat memenuhi kebutuhan anda dan sesuaikanlah dengan bujet yang anda sudah siapkan sebelum membeli barang dari luar negri.

Di karenakan masalah itu, SindoShipping sebagai jasa pengiriman barang yang murah, cepat, mudah ke Indonesia hadir di industri pengiriman barang sejak 2001 yang memberikan solusi kepada konsumen yang ingin membeli barang secara online dari luar negri ke Indonesia. SindoShipping juga menyediakan jasa pengiriman bagi perusahaan-perusahaan yang ingin melebarkan sayap nya secara online ke Indonesia dengan sistem drop shipping yang efektif dan teroganisir.

Sistem apa yang kami pergunakan?

Sistem yang kami pergunakan adalah menggunakan Singapura sebagai transit point untuk barang yang masuk sebagai gerbang awal untuk mensortir lebih lanjut apakah barang yang akan di impor ke Indonesia adalah barang yang terlarang, tidak untuk umum, dan bersifat berbahaya karena jika memang tidak lolos ke Singapura sebagai salah satu negara dengan syarat impor yang tinggi, maka barang tersebut pasti nya tidak dapat masuk ke Indonesia. Dengan sistem ini, perusahaan kami dapat juga berkerja sama dengan pemerintah lokal dan asing apabila ada barang-barang yang mencurigakan yang di kirimkan oleh pengirim yang kurang jelas asal usul nya.

Terlebih lagi beberapa poin yang menentukan mengapa Singapura di pilih sebagai bagian dari transit adalah

  • Konektivitas – Dengan menggunakan Singapura sebagai gerbang utama pengiriman barang, konsumen dapat lebih mudah mengatur pengiriman dan order karena Singapura merupakan hub pengiriman dari seluruh dunia yang mudah di akses.
  • Hub bagi Penyedia Jasa Pengiriman Internasional – Singapura merupakan hub bagi penyedia jasa pengiriman internasional seperti fedex, dhl, tnt, ups, dll, yang merupakan gerbang ke Asia Tenggara.
  • Efektif dan Efesien – Sistem pemerintahan yang bersih dan sistem impor dan ekspor Singapura merupakan salah satu yang tertinggi di seluruh dunia yang sudah terbukti dan terdepan.

Bagaimana cara memesan barang dari amazon america atau singapura ke Indonesia?

Jika anda ingin memesan barang dari amazon usa atau amazon singapur caranya sangat mudah sekali. Anda hanya perlu login atau sign up untuk account amazon dan masukkan alamat kami di usa atau di sg sebagai alamat tujuan pengantaran.

Amazon memiliki pilihan yang beragam untuk kamu yang ingin memesan segala jenis kebutuhan dan satu lagi jika kamu membutuhkan jasa pembelian barang. Pihak Sindoshipping juga dapat mengatur pembelian kamu sampai pengiriman ke alamat mu di Indonesia. Kontak tim kami sekarang jika mau mulai berbelanja

Mengapa SindoShipping bisa menyediakan jasa pengiriman dengan ongkos kirim (ongkir) yang lebih murah di banding jasa pengiriman lain nya?

Beberapa tahun sebelum SindoShipping berkecimpung ke dalam industri pengiriman barang impor ke Indonesia dari Singapura, tim kami sudah melakukan industri riset dalam proses pengiriman, lama pengiriman dan harga pengiriman dan tim kami menemukan bagaimana dapat menekan biaya pengiriman dengan hanya minimal pengiriman barang 1 kg yang di mana cukup sulit menemukan jasa pengiriman dengan harga yang murah dan terjangkau.

Pengiriman SindoShipping mempunyai tagihan per kilo yang bersaing dengan industri pengiriman barang. Harga kiriman kami dapat kami tekan karena setelah beberapa tahun SindoShipping merintis bisnis pengiriman barang, kami sudah mendapatkan pengiriman minimal quota per hari yang dapat mendistribusikan harga yang lebih murah kepada konsumen kami.

Bagaimana SindoShipping dapat menyediakan jasa pengiriman yang lebih cepat di banding jasa penyedia yang lain di industri pengiriman impor ke Indonesia?

Selain kami menggunakan Singapura sebagai hub, seperti di jelaskan di atas kelebihan menggunakan Singapura sebagai hub pengiriman barang, SindoShipping juga menggunakan hub kota yang terdekat dari Singapura sebagai base pengiriman barang. Dengan menggunakan kota-kota yang berdekatan dengan Singapura, SindoShipping dapat menekan waktu pengiriman barang dan proses bea cukai impor ke Indonesia dan setibanya di Indonesia, maka langsung dapat di distribusikan kepada konsumen lebih cepat daripada menggunakan Jakarta sebagai hub importasi barang.

Bagaimana mengirimkan barang dari Indonesia ke luar negri?

SindoShipping juga menyediakan jasa pengiriman barang dari Indonesia ke luar negri dengan berkerjasama dengan DHL untuk pengiriman internasional. Pengiriman ke luar negri seperti Korea, Malaysia, Jepang, Australia, Amerika, dll, merupakan salah satu tujuan pengiriman yang cukup popular. SindoShipping menyediakan jasa pengiriman door-to -door yang di ambil dari alamat pengirim, pengurusan custom luar negri, pengawasan dan memonitor progress pengiriman, custom impor di negri tujuan sampai ke alamat tempat tujuan.

Pihak DHL akan menjemput barang dari alamat anda dan mengirimkan langsung ke alamat tujuan di luar negri. Keuntungan menggunakan jasa SindoShipping yaitu kami memiliki company special rate untuk mengirimkan barang ke luar negri dengan DHL dan pengaturan pengambilan barang akan di lakukan oleh staff kami dari alamat anda dan persiapan invoice dan dokumen akan di aturkan juga dari pihak SindoShipping. Kontak staff kami sekarang untuk dapat mengetahui rate yang terbaik untuk pengiriman ke luar negri via SindoShipping.

SindoShipping berkomitmen untuk memberikan jasa pengiriman barang yang murah, mudah, dan cepat bagi konsumen di Indonesia dan luar negri yang ingin mengirimkan barang ke Indonesia. Untuk memulai pengiriman barang dengan SindoShipping anda dapat hubungi no +6281296055142

Mengapa Anda harus mengirim dengan SindoShipping dan bagaimana perusahaan kami dapat membantu Anda dan bisnis Anda dalam mengirim barang dan produk Anda ke Indonesia?

Visi perusahaan kami adalah untuk membantu perusahaan di seluruh dunia agar dapat mengekspor produk mereka ke Indonesia dengan mudah dan memperluas pasar mereka secara global, terutama di Asia Tenggara. Indonesia adalah pasar internet terdepan dan ekonomi terbesar di kawasan ini, dan kami ingin mempermudah proses impor ke negara ini. Kami juga ingin membantu jutaan orang Indonesia untuk mengakses produk dari seluruh dunia melalui sistem pengiriman yang efektif.

Dengan dokumentasi dan perantara yang tepat, kami dapat membantu pelanggan kami mengirim beberapa kategori barang yang memiliki batasan terbatas ke Indonesia tanpa masalah langsung ke alamat pelanggan. Kami memahami proses dan regulasi impor, termasuk proses perpajakan impor.

SindoShipping telah mengkhususkan diri dalam pengiriman barang elektronik, produk teknologi tinggi, kosmetik, barang mewah, mainan, suplemen dan vitamin, fashion, tas dan sepatu, serta obat tradisional ke Indonesia sejak tahun 2014. Kami menawarkan akurasi pengiriman yang tinggi dan pelacakan langsung yang tersedia selama pengiriman lintas batas sehingga pelanggan dapat merasa aman dan nyaman dengan pengiriman mereka. Hubungi kami sekarang untuk detail lebih lanjut di 6282144690546 dan kunjungi situs kami di sindoshipping.com.

2 responses to “Bagaimana Cara Melakukan Pengiriman Barang dari Luar Negeri ke Indonesia yang Murah dan Cepat?”

  1. […] Read in Bahasa: Bagaimana cara melakukan pengiriman barang dari luar negeri ke Indonesia yang murah dan cepat? […]

    Liked by 1 person

  2. […] Bahasa: Bagaimana cara melakukan pengiriman barang dari luar negeri ke Indonesia yang murah dan cepa… […]

    Liked by 1 person

Blog

The blog is inspired by the luxury brand world knowledge and the information about shipping goods to Indonesia. With our expertise of shipping and the product knowledge, rest assured that your shipping are in the good hands.