Contact us now for any inquiry about shipment  click here

SindoShipping by Seeds (S) Int P/L Co Reg UEN 202523778K

SindoShipping is more than a courier. It’s the trusted logistics partner that powers Indonesia’s new wave of digital entrepreneurs. With a clean flat-rate model, a laser focus on cross-border pain points, and a digital-first outreach strategy, We are aiming to enable more local business in Indonesia.

We are cross-border logistics and e-commerce enabler that empowers Indonesian resellers, SMEs, and digital sellers to import products seamlessly from Singapore, USA, China, Korea, and other global trade hubs. We combine freight forwarding, warehousing, customs clearance, and last-mile delivery into a single affordable and transparent platform..

Brand kacamata impor telah menjadi pilihan utama bagi konsumen Indonesia, terutama di tengah meningkatnya kesadaran akan fashion dan kebutuhan akan produk berkualitas tinggi. Indonesia merupakan pasar potensial dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta, di mana gaya hidup modern dan urban semakin menguatkan permintaan terhadap aksesori premium seperti kacamata impor. Berdasarkan data, segmen kacamata di pasar Asia Tenggara diperkirakan tumbuh sebesar 6,5% per tahun, dan Indonesia menyumbang proporsi yang signifikan. Popularitas kacamata impor di Indonesia didukung oleh kehadiran berbagai merek global seperti Ray-Ban, Oakley, Gucci, Prada, hingga Gentle Monster yang kerap mendominasi kategori kacamata fashion maupun fungsional.

Ray-Ban, sebagai salah satu merek kacamata paling ikonik, sangat diminati oleh masyarakat Indonesia karena desain klasiknya yang tak lekang oleh waktu. Data menunjukkan bahwa Ray-Ban menyumbang sekitar 20% dari total penjualan kacamata premium di pasar Indonesia. Produk seperti Ray-Ban Aviator dan Wayfarer menjadi favorit karena mampu menyatukan elemen fungsionalitas dan gaya. Selain itu, kemitraan Ray-Ban dengan Luxottica, salah satu produsen kacamata terbesar di dunia, memastikan ketersediaan produk ini di berbagai toko ritel dan e-commerce di Indonesia, membuat aksesibilitasnya semakin mudah bagi konsumen.

Selain Ray-Ban, Oakley juga menonjol di segmen kacamata olahraga, menarik perhatian kalangan muda dan profesional aktif di Indonesia. Oakley telah memanfaatkan tren gaya hidup sehat yang terus berkembang di Indonesia, di mana olahraga seperti bersepeda, lari, dan hiking menjadi semakin populer. Dengan teknologi lensa mutakhir seperti Prizm, Oakley berhasil memasarkan dirinya sebagai produk yang tidak hanya stylish, tetapi juga memiliki performa tinggi. Pasar kacamata olahraga di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang stabil dengan nilai pasar yang diproyeksikan mencapai $100 juta pada tahun 2025, dan Oakley menjadi salah satu pemain kunci.

Gucci dan Prada, dua merek mewah yang terkenal secara global, menjadi pilihan utama di segmen kacamata fashion premium di Indonesia. Keberhasilan mereka sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya daya beli kelas menengah-atas di Indonesia, yang tertarik dengan produk bermerek sebagai simbol status. Desain kacamata Gucci yang khas dengan logo mencolok serta Prada dengan gaya minimalis elegan sangat menarik bagi konsumen muda urban di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali. Statistik menunjukkan bahwa pasar kacamata mewah global tumbuh sebesar 7% per tahun, dan Indonesia merupakan salah satu kontributor utama di Asia Tenggara.

Merek-merek baru seperti Gentle Monster dari Korea Selatan juga mendapatkan momentum yang signifikan di Indonesia, terutama di kalangan generasi milenial dan Gen Z. Gentle Monster memanfaatkan tren Hallyu (Korean Wave) yang terus menguat di Indonesia, dengan produk yang sering terlihat digunakan oleh selebriti K-pop. Pendekatan merek ini yang fokus pada kolaborasi artistik dan desain eksentrik telah menarik perhatian pasar yang lebih muda. Selain itu, pemasaran melalui platform digital dan media sosial membuat Gentle Monster semakin dikenal oleh konsumen Indonesia, yang terkenal aktif dalam menggunakan media sosial untuk menemukan tren terbaru.

Dari sisi aksesibilitas, platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan Zalora memainkan peran besar dalam distribusi kacamata impor di Indonesia. Penjualan online kacamata impor meningkat pesat selama beberapa tahun terakhir, terutama sejak pandemi COVID-19, di mana konsumen lebih banyak berbelanja secara daring. Data dari Statista menunjukkan bahwa kategori aksesoris dan kacamata mencatatkan pertumbuhan penjualan e-commerce lebih dari 15% pada tahun 2023 di Asia Tenggara. Hal ini memudahkan konsumen Indonesia untuk mengakses merek-merek global tanpa harus bepergian ke luar negeri.

Tren kacamata impor di Indonesia juga dipengaruhi oleh inovasi teknologi seperti lensa anti-radiasi biru dan kacamata pintar (smart glasses). Permintaan terhadap lensa anti-radiasi biru meningkat karena penggunaan perangkat digital yang tinggi di Indonesia, dengan rata-rata waktu layar mencapai lebih dari 8 jam per hari. Merek seperti EssilorLuxottica telah memperkenalkan lensa khusus untuk melindungi mata dari paparan cahaya biru, yang diterima dengan baik oleh pasar Indonesia. Di sisi lain, smart glasses yang menggabungkan teknologi dan fashion juga mulai mendapatkan perhatian, meskipun segmen ini masih dalam tahap awal pertumbuhan.

Dalam hal dampak terhadap pasar global, tingginya permintaan kacamata impor dari Indonesia membantu memperkuat posisi merek-merek global di Asia Tenggara. Pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, diperkirakan akan menyumbang sekitar 12% dari penjualan global kacamata pada tahun 2026. Hal ini menunjukkan potensi yang sangat besar bagi merek internasional untuk terus berinvestasi di wilayah ini. Selain itu, banyaknya konsumen Indonesia yang membeli kacamata saat bepergian ke luar negeri atau menggunakan jasa titip internasional turut memperluas dampak kacamata impor pada ekonomi global.

Secara keseluruhan, popularitas kacamata impor di Indonesia mencerminkan perubahan gaya hidup konsumen yang semakin menghargai kualitas, merek, dan tren global. Dengan daya beli yang terus meningkat dan aksesibilitas yang lebih baik, Indonesia akan tetap menjadi pasar penting bagi merek kacamata internasional. Kehadiran berbagai merek terkenal seperti Ray-Ban, Oakley, Gucci, Prada, dan Gentle Monster memastikan bahwa konsumen Indonesia memiliki banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan fashion dan fungsionalitas mereka, sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan industri kacamata global.

Bagaimana pasar penjualan kacamata di seluruh dunia dan Indonesia?

Pasar penjualan kacamata di seluruh dunia dan di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh kombinasi dari kebutuhan kesehatan mata, tren fashion, dan penetrasi teknologi. Secara global, pasar kacamata diperkirakan mencapai USD 172 miliar pada tahun 2023 dan diproyeksikan tumbuh menjadi USD 259 miliar pada 2030, dengan CAGR sekitar 5,5%. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan prevalensi masalah penglihatan seperti miopia dan presbiopia, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan mata dari sinar UV dan cahaya biru. Di Indonesia, tren ini juga tercermin dengan meningkatnya permintaan kacamata, baik untuk kebutuhan optik maupun sebagai aksesori gaya hidup.

Pasar kacamata secara global memiliki jangkauan yang luas, mencakup kacamata koreksi, kacamata hitam, dan lensa kontak, serta produk yang lebih canggih seperti kacamata pintar. Di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang, konsumen cenderung memilih merek-merek premium seperti Ray-Ban, Oakley, dan Prada, sementara di pasar berkembang, merek-merek lokal dan regional mendominasi dengan harga yang lebih terjangkau. Di Indonesia, pemain besar seperti Optik Melawai dan Optik Seis menguasai pasar ritel kacamata, sementara platform e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee semakin memperluas jangkauan penjualan kacamata melalui produk impor dan lokal.

Tren terbaru di industri kacamata mencakup integrasi teknologi dalam produk seperti kacamata pintar (smart glasses), yang menawarkan fitur augmented reality (AR) dan konektivitas digital. Google dan Meta telah meluncurkan produk kacamata pintar yang menggabungkan teknologi ini, meskipun pasar ini masih dalam tahap awal pertumbuhan. Selain itu, tren fashion juga memainkan peran besar, dengan desainer ternama seperti Gucci, Dior, dan Chanel menghadirkan koleksi kacamata yang mengikuti gaya terbaru. Di Indonesia, tren ini terlihat dalam popularitas merek-merek seperti OWNDAYS, yang menawarkan kacamata dengan desain modern dan proses pembelian yang cepat.

Dampak dari pasar kacamata global terhadap pasar dunia terlihat dari bagaimana industri ini mendukung inovasi teknologi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong kolaborasi lintas industri. Misalnya, kolaborasi antara perusahaan teknologi dan produsen kacamata tradisional telah menghasilkan produk-produk baru yang menarik. Di Indonesia, dampaknya terlihat dari meningkatnya partisipasi pelaku UMKM dalam memproduksi frame kacamata lokal, yang kini bersaing dengan produk impor.

Kacamata kini tidak hanya dilihat sebagai alat bantu penglihatan, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup yang mencerminkan identitas dan preferensi konsumen. Hal ini membuat segmen kacamata fashion tumbuh pesat, dengan merek-merek global dan lokal berlomba-lomba menawarkan desain yang menarik dan sesuai tren. Misalnya, di pasar Indonesia, kacamata berbahan ringan seperti titanium dan plastik berkualitas tinggi semakin populer, khususnya di kalangan generasi muda.

Dengan adanya kemajuan teknologi manufaktur, harga kacamata semakin kompetitif, memungkinkan penetrasi lebih dalam di pasar-pasar berkembang seperti Indonesia. Produk yang sebelumnya hanya tersedia untuk segmen premium kini dapat diakses oleh konsumen kelas menengah. Sebagai contoh, kemitraan antara merek internasional dan retailer lokal membantu menurunkan harga tanpa mengorbankan kualitas.

Pandemi COVID-19 juga memengaruhi pasar kacamata secara signifikan, dengan peningkatan permintaan untuk lensa anti-cahaya biru. Tren ini didorong oleh peralihan ke pekerjaan jarak jauh dan penggunaan perangkat digital yang lebih intensif. Di Indonesia, produk seperti ini menjadi salah satu yang paling dicari, terutama oleh pekerja profesional dan pelajar.

Strategi pemasaran digital memainkan peran penting dalam memajukan pasar kacamata di seluruh dunia. Merek-merek besar seperti Warby Parker telah menggunakan teknologi virtual try-on untuk memungkinkan konsumen mencoba kacamata secara online sebelum membeli, meningkatkan pengalaman belanja digital. Di Indonesia, strategi ini juga diterapkan oleh beberapa toko online, yang menjadikan pengalaman berbelanja lebih nyaman bagi konsumen.

Meningkatnya kesadaran konsumen terhadap keberlanjutan juga mendorong industri kacamata untuk mengadopsi praktik ramah lingkungan. Beberapa merek seperti Stella McCartney telah meluncurkan kacamata yang terbuat dari bahan daur ulang, sementara di Indonesia, produsen lokal mulai bereksperimen dengan bahan-bahan seperti bambu dan kayu sebagai alternatif yang berkelanjutan.

Pasar kacamata di Indonesia masih memiliki potensi besar untuk tumbuh lebih jauh, terutama dengan meningkatnya daya beli masyarakat dan penetrasi internet. Pemain lokal dan internasional yang dapat menggabungkan teknologi, desain menarik, dan harga kompetitif akan berada pada posisi terbaik untuk memanfaatkan peluang ini. Di sisi lain, inovasi seperti lensa pintar dan personalisasi produk diprediksi akan menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar global di masa depan.

Negara mana saja penghasil kacamata terbesar di dunia dan popularitasnya?

Industri kacamata dunia telah berkembang menjadi pasar yang sangat besar dengan nilai miliaran dolar, didorong oleh kebutuhan koreksi penglihatan, tren fashion, dan kemajuan teknologi. Beberapa negara yang menjadi penghasil kacamata terbesar di dunia adalah Italia, Tiongkok, Jepang, dan Jerman. Keempat negara ini memimpin pasar dalam hal produksi, inovasi, dan ekspor kacamata ke berbagai belahan dunia, masing-masing dengan keunggulan kompetitifnya sendiri. Italia dikenal sebagai pusat kacamata fashion berkualitas tinggi, Tiongkok mendominasi produksi massal dengan harga kompetitif, Jepang unggul dalam teknologi presisi tinggi, sementara Jerman dikenal akan desain dan teknologi inovatifnya.

Italia memiliki reputasi global sebagai penghasil kacamata mewah, dengan merek-merek seperti Ray-Ban, Persol, dan Prada yang berasal dari sini. Kota kecil Belluno di wilayah Veneto adalah pusat industri kacamata Italia, yang menyumbang sekitar 70% dari total produksi kacamata negara ini. Industri kacamata di Italia diperkirakan menghasilkan lebih dari €4 miliar per tahun, dengan sebagian besar produk diekspor ke Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. Popularitas kacamata Italia tidak hanya karena desainnya yang elegan, tetapi juga daya tahan dan inovasi teknologi seperti lensa progresif yang disempurnakan. Hal ini menjadikan Italia sebagai pemain utama dalam pasar kacamata premium, yang terus tumbuh di tingkat global.

Di sisi lain, Tiongkok merupakan penghasil kacamata terbesar secara kuantitas, dengan memproduksi lebih dari 70% kacamata dunia setiap tahun. Industri kacamata Tiongkok terpusat di kota-kota seperti Wenzhou dan Xiamen, di mana ribuan pabrik menghasilkan kacamata untuk berbagai pasar, mulai dari segmen murah hingga merek mewah. Harga yang kompetitif dan kemampuan produksi dalam skala besar menjadikan Tiongkok pilihan utama bagi banyak merek internasional untuk outsourcing. Meskipun beberapa produk mungkin tidak memiliki prestise seperti kacamata dari Italia atau Jepang, perkembangan teknologi dan peningkatan kontrol kualitas telah meningkatkan daya tarik kacamata buatan Tiongkok di pasar global.

Jepang menawarkan keunggulan yang berbeda dalam pasar kacamata dunia dengan fokus pada presisi dan inovasi teknologi. Wilayah Fukui, khususnya kota Sabae, dikenal sebagai pusat produksi kacamata Jepang yang menghasilkan merek-merek seperti Masunaga dan Eyevan. Jepang juga dikenal karena memperkenalkan teknologi bingkai titanium yang ringan dan tahan lama, yang telah merevolusi industri ini. Nilai ekspor kacamata Jepang terus meningkat, terutama ke pasar Asia dan Amerika Utara, di mana konsumen menghargai keahlian dan inovasi teknologi Jepang. Produk-produk Jepang sering kali dihargai lebih tinggi, tetapi kualitasnya yang luar biasa membuat mereka sangat diminati oleh konsumen premium.

Jerman, dengan pendekatan rekayasanya yang terkenal, juga memegang posisi penting dalam pasar kacamata dunia. Merek-merek seperti Mykita, ic! Berlin, dan Rodenstock dikenal karena desain minimalis dan teknologi canggih yang mereka tawarkan. Teknologi lensa progresif yang dikembangkan di Jerman telah mengubah cara konsumen melihat kacamata korektif, sementara inovasi seperti bahan bingkai fleksibel dan ringan telah meningkatkan kenyamanan pengguna. Ekspor kacamata dari Jerman mencapai nilai lebih dari €800 juta per tahun, menjadikan negara ini sebagai salah satu pemimpin global dalam pasar ini, terutama di segmen premium.

Pasar kacamata dunia diperkirakan akan terus berkembang dengan nilai mencapai $178 miliar pada tahun 2026, meningkat dari $140 miliar pada tahun 2022. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya prevalensi masalah penglihatan di seluruh dunia, terutama di Asia, di mana jumlah pengguna kacamata terus meningkat. Selain itu, popularitas kacamata sebagai aksesori fashion telah menciptakan peluang besar bagi merek-merek yang berfokus pada desain dan inovasi. Kacamata fashion kini tidak hanya dilihat sebagai kebutuhan medis, tetapi juga sebagai pernyataan gaya, yang membuat permintaan untuk kacamata desainer terus melonjak.

Merek-merek internasional seperti Luxottica, Essilor, dan Safilo Group memimpin pasar dengan menguasai berbagai merek populer, termasuk Ray-Ban, Oakley, dan Gucci. Luxottica sendiri menguasai hampir 25% pasar kacamata global, menjadikannya pemain dominan dalam industri ini. Konsolidasi di industri ini juga telah memungkinkan perusahaan besar untuk mendikte tren dan harga di pasar global. Selain itu, kemitraan dengan merek-merek fashion mewah telah memperkuat posisi mereka di segmen premium.

Di sisi lain, tren kacamata berbasis teknologi seperti kacamata pintar juga semakin menarik perhatian konsumen. Perusahaan seperti Google, Apple, dan Facebook sedang mengembangkan kacamata augmented reality (AR) yang dapat mengintegrasikan teknologi digital dengan kehidupan sehari-hari. Pasar kacamata pintar diperkirakan akan tumbuh pesat, mencapai nilai $7,2 miliar pada tahun 2025. Ini menunjukkan bahwa inovasi terus mendorong industri kacamata ke arah yang lebih maju, dengan peluang besar di segmen teknologi.

Dampak dari industri kacamata dunia sangat signifikan terhadap pasar global, baik dari segi ekonomi maupun sosial. Di satu sisi, industri ini menciptakan lapangan kerja bagi jutaan orang di seluruh dunia, dari pekerja pabrik di Tiongkok hingga desainer di Italia dan Jepang. Di sisi lain, industri ini juga memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup melalui produk-produk yang membantu koreksi penglihatan dan melindungi mata dari sinar UV. Dengan terus berkembangnya kebutuhan dan tren, industri kacamata global akan tetap menjadi salah satu sektor yang paling dinamis dan inovatif di dunia.

Mengapa Anda harus mengirim dengan SindoShipping dan bagaimana perusahaan kami dapat membantu Anda dan bisnis Anda dalam mengirim barang dan produk Anda ke Indonesia?

Visi perusahaan kami adalah untuk membantu perusahaan di seluruh dunia agar dapat mengekspor produk mereka ke Indonesia dengan mudah dan memperluas pasar mereka secara global, terutama di Asia Tenggara. Indonesia adalah pasar internet terdepan dan ekonomi terbesar di kawasan ini, dan kami ingin mempermudah proses impor ke negara ini. Kami juga ingin membantu jutaan orang Indonesia untuk mengakses produk dari seluruh dunia melalui sistem pengiriman yang efektif.

Dengan dokumentasi dan perantara yang tepat, kami dapat membantu pelanggan kami mengirim beberapa kategori barang yang memiliki batasan terbatas ke Indonesia tanpa masalah langsung ke alamat pelanggan. Kami memahami proses dan regulasi impor, termasuk proses perpajakan impor.

SindoShipping telah mengkhususkan diri dalam pengiriman barang elektronik, produk teknologi tinggi, kosmetik, barang mewah, mainan, suplemen dan vitamin, fashion, tas dan sepatu, serta obat tradisional ke Indonesia sejak tahun 2014. Kami menawarkan akurasi pengiriman yang tinggi dan pelacakan langsung yang tersedia selama pengiriman lintas batas sehingga pelanggan dapat merasa aman dan nyaman dengan pengiriman mereka. Hubungi kami sekarang untuk detail lebih lanjut di 6282144690546 dan kunjungi situs kami di sindoshipping.com.

Blog

The blog is inspired by the luxury brand world knowledge and the information about shipping goods to Indonesia. With our expertise of shipping and the product knowledge, rest assured that your shipping are in the good hands.