Contact us now for any inquiry about shipment  click here

SindoShipping by Seeds (S) Int P/L Co Reg UEN 202523778K

SindoShipping is more than a courier. It’s the trusted logistics partner that powers Indonesia’s new wave of digital entrepreneurs. With a clean flat-rate model, a laser focus on cross-border pain points, and a digital-first outreach strategy, We are aiming to enable more local business in Indonesia.

We are cross-border logistics and e-commerce enabler that empowers Indonesian resellers, SMEs, and digital sellers to import products seamlessly from Singapore, USA, China, Korea, and other global trade hubs. We combine freight forwarding, warehousing, customs clearance, and last-mile delivery into a single affordable and transparent platform..

Tren athleisure sebagai fenomena mode global telah dengan cepat merambah Indonesia, mencerminkan minat masyarakat terhadap perpaduan gaya dan kenyamanan. Athleisure, yang merupakan gabungan antara pakaian olahraga dan pakaian santai, telah bertransformasi dari sekadar pakaian fungsional menjadi pernyataan gaya hidup yang diadopsi oleh para penggemar mode di seluruh dunia. Di Indonesia, tren ini tumbuh berkat pengaruh global, meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat, serta kebutuhan akan pilihan mode yang serbaguna. Dengan penjualan global athleisure yang mencapai $411 miliar pada tahun 2022 menurut Allied Market Research, pasar Indonesia dengan cepat mengikuti tren ini, di mana konsumen lokal mengadopsi tren ini tidak hanya karena fungsionalitasnya, tetapi juga sebagai ekspresi budaya dan sosial.

Jangkauan global athleisure menjadi salah satu alasan utama popularitasnya di Indonesia. Merek internasional besar seperti Nike, Adidas, dan Lululemon telah membangun pijakan kuat di Indonesia, memanfaatkan daya tarik global mereka untuk menarik perhatian konsumen lokal. Aksesibilitas merek-merek ini melalui platform e-commerce seperti Zalora dan Shopee memastikan konsumen Indonesia dapat dengan mudah berbelanja tren terbaru tanpa hambatan. Konektivitas ini menciptakan efek domino, di mana tren yang populer di negara-negara Barat tercermin di Indonesia. Konsumen urban di kota-kota seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya yang semakin memprioritaskan kenyamanan dan gaya, mendorong pertumbuhan popularitas athleisure secara eksponensial. Hal ini mencerminkan tren global yang lebih luas, di mana pasar diperkirakan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 8,1% dari 2023 hingga 2030.

Tren kesehatan dan kebugaran yang dipicu oleh pandemi COVID-19 telah semakin mendorong pertumbuhan athleisure di Indonesia. Semakin banyak orang Indonesia yang terlibat dalam aktivitas kebugaran seperti yoga, pilates, dan jogging, menciptakan permintaan untuk pakaian yang mendukung performa sekaligus estetika. Menurut Statista, industri kebugaran Indonesia diproyeksikan tumbuh 11% setiap tahun, yang menjadi indikator jelas tentang pergeseran prioritas bangsa ini terhadap kesehatan. Athleisure cocok dengan narasi ini, menawarkan konsumen pakaian yang dapat digunakan baik di pusat kebugaran maupun untuk aktivitas santai secara efektif. Fungsionalitas ganda ini menjadikannya pilihan favorit, terutama di kalangan milenial dan Gen Z yang menghargai efisiensi dan multitasking dalam berbagai aspek kehidupan mereka.

Bangkitnya media sosial dan budaya influencer juga memainkan peran penting dalam mempopulerkan athleisure di Indonesia. Platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube dipenuhi dengan konten yang menampilkan pakaian athleisure yang modis, sering kali dipromosikan oleh influencer dan selebriti. Para penggemar mode Indonesia sangat terinspirasi oleh ikon global seperti Kendall Jenner dan Hailey Bieber yang berhasil menggabungkan athleisure ke dalam gaya busana sehari-hari mereka. Influencer lokal seperti Ayla Dimitri dan Patricia Gouw juga memperkuat tren ini melalui kolaborasi dengan merek internasional maupun lokal untuk mempromosikan gaya athleisure. Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan visibilitas athleisure tetapi juga menjadikannya gaya hidup yang aspiratif bagi konsumen.

Merek-merek lokal juga mulai memanfaatkan tren ini, menciptakan interpretasi mereka sendiri terhadap athleisure yang sesuai dengan pasar Indonesia. Merek seperti Buttonscarves, Cotton Ink, dan Sejauh Mata Memandang mengintegrasikan elemen athleisure dalam koleksi mereka, menggabungkan estetika tradisional dengan desain kontemporer. Lokalisasi ini memastikan bahwa tren ini selaras dengan preferensi budaya konsumen Indonesia, membuatnya lebih mudah diakses dan relevan. Selain itu, merek-merek ini sering kali mengadopsi praktik yang berkelanjutan, yang sejalan dengan pergeseran global menuju mode ramah lingkungan. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat daya tarik mereka tetapi juga menyoroti fleksibilitas athleisure sebagai tren yang dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang beragam.

Faktor ekonomi juga berkontribusi pada kebangkitan athleisure di Indonesia. Dengan meningkatnya tingkat pendapatan yang dapat dibelanjakan di kalangan kelas menengah, konsumen bersedia berinvestasi dalam pakaian berkualitas tinggi yang multifungsi. Menurut McKinsey, populasi kelas menengah Indonesia diperkirakan mencapai 150 juta pada tahun 2030, yang menjadi peluang pasar yang signifikan bagi merek athleisure. Selain itu, strategi harga yang kompetitif dari merek global dan lokal memastikan bahwa athleisure tetap terjangkau di berbagai tingkat pendapatan. Keterjangkauan ini, dikombinasikan dengan kepraktisannya, menjadikannya pilihan menarik bagi berbagai segmen demografi, mulai dari pelajar hingga pekerja profesional.

Dampak athleisure di pasar global juga tercermin dalam konteks Indonesia. Seiring merek-merek terus berinovasi, mengintegrasikan teknologi ke dalam desain mereka, athleisure menjadi lebih dari sekadar pernyataan mode; ia berkembang menjadi simbol kehidupan modern. Misalnya, teknologi Dri-FIT dari Nike dan kain penyerap keringat dari Lululemon adalah contoh bagaimana inovasi fungsional meningkatkan pengalaman konsumen. Konsumen Indonesia yang semakin paham teknologi menghargai kemajuan ini dan bersedia membayar lebih untuk produk yang menawarkan kenyamanan sekaligus fitur-fitur mutakhir. Keselarasan dengan tren global ini memastikan bahwa Indonesia tetap menjadi bagian integral dari trajektori pertumbuhan pasar athleisure.

Fleksibilitas athleisure telah menjadikannya elemen wajib dalam lemari pakaian, melampaui batasan mode tradisional. Di Indonesia, fleksibilitas ini sangat menarik karena memungkinkan konsumen untuk menghadapi berbagai situasi sosial dengan mudah. Baik itu menghadiri acara santai, berbelanja kebutuhan, atau berolahraga, athleisure menawarkan transisi yang mulus yang jarang bisa ditandingi oleh kategori mode lainnya. Kemampuan beradaptasi ini sangat penting di lingkungan perkotaan yang serba cepat, di mana konsumen memprioritaskan kenyamanan tanpa mengorbankan gaya. Akibatnya, athleisure telah menjadi lebih dari sekadar tren; ia adalah pilihan gaya hidup yang selaras dengan aspirasi dan rutinitas sehari-hari konsumen Indonesia.

Aspek lingkungan dan etika dari athleisure juga mulai menarik perhatian konsumen Indonesia. Dengan meningkatnya kesadaran akan mode berkelanjutan, banyak konsumen yang tertarik pada merek yang menekankan praktik ramah lingkungan. Merek global seperti Patagonia dan Adidas telah memperkenalkan koleksi yang terbuat dari bahan daur ulang, sementara merek lokal sedang mengeksplorasi kain dan metode produksi yang berkelanjutan. Penekanan pada keberlanjutan ini tidak hanya selaras dengan gerakan global tetapi juga menarik konsumen Indonesia yang peduli lingkungan. Kombinasi gaya, fungsionalitas, dan produksi etis memastikan bahwa athleisure tetap relevan di lanskap mode yang terus berkembang.

Masa depan athleisure di Indonesia terlihat menjanjikan, didorong oleh keselarasan dengan tren global, preferensi konsumen, dan dinamika pasar. Seiring batas antara pakaian olahraga dan pakaian sehari-hari semakin kabur, athleisure diprediksi akan menjadi elemen permanen dalam mode Indonesia. Dengan dukungan merek lokal dan internasional, desain inovatif, serta budaya yang semakin peduli kesehatan, tren ini kemungkinan besar akan memperluas jangkauannya lebih jauh. Bagi para penggemar mode maupun konsumen biasa, athleisure merepresentasikan perpaduan sempurna antara gaya, kenyamanan, dan kepraktisan, menjadikannya tren yang akan terus bertahan.

Bagaimana tren lari marathon dan lari pagi di ibukota Jakarta dan kota-kota besar lainnya menjadi sebuah kultur bagi rakyat Indonesia dewasa ini?

Dalam beberapa tahun terakhir, tren lari maraton dan lari pagi di ibu kota Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia telah berkembang menjadi sebuah kultur yang mengakar kuat di masyarakat. Aktivitas yang dulunya dianggap sebagai olahraga individual kini telah menjadi sebuah peristiwa sosial yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Data menunjukkan bahwa jumlah peserta maraton di Indonesia meningkat pesat, dengan acara seperti Jakarta Marathon menarik lebih dari 16.000 peserta dari dalam dan luar negeri setiap tahunnya. Popularitas ini tak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat, didukung oleh kemudahan akses ke perlengkapan olahraga serta promosi masif di media sosial.

Pasar perlengkapan olahraga di Indonesia telah berkembang seiring dengan meningkatnya tren lari. Data dari Statista menunjukkan bahwa pasar pakaian dan alas kaki olahraga di Indonesia diproyeksikan mencapai USD 1,9 miliar pada tahun 2024, dengan tingkat pertumbuhan tahunan sekitar 8%. Brand-brand seperti Nike, Adidas, dan Asics meraup keuntungan besar dari tren ini, sementara pemain lokal seperti Eiger dan League juga semakin mendapatkan tempat di hati konsumen. Produk seperti sepatu lari, pakaian atletik, dan perangkat wearable seperti smartwatch semakin banyak diminati, menunjukkan bahwa olahraga ini telah menjadi gaya hidup bagi banyak orang. Tak hanya itu, merek-merek ini juga berlomba-lomba untuk menghadirkan produk dengan teknologi mutakhir, seperti sepatu yang didesain untuk mengurangi cedera dan meningkatkan performa lari.

Salah satu alasan utama mengapa lari pagi dan maraton menjadi populer adalah dukungan dari berbagai komunitas lari yang tumbuh pesat di kota-kota besar. Komunitas seperti Indorunners dan Jakarta Free Spirit tidak hanya menyediakan platform bagi pelari pemula, tetapi juga membangun rasa kebersamaan yang kuat di antara para anggotanya. Dalam komunitas-komunitas ini, olahraga tidak lagi hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang interaksi sosial dan dukungan moral. Kehadiran komunitas ini telah membantu banyak orang untuk memulai kebiasaan lari, mengubah olahraga individual menjadi aktivitas kelompok yang menyenangkan dan inspiratif.

Acara maraton besar di Jakarta seperti Jakarta Marathon, Bali Marathon, dan Borobudur Marathon juga memainkan peran signifikan dalam mempopulerkan olahraga ini. Event ini tidak hanya menarik peserta lokal tetapi juga wisatawan mancanegara, menjadikan Indonesia sebagai destinasi sport tourism. Menurut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kontribusi sport tourism terhadap pendapatan negara meningkat hingga 15% pada 2023. Acara ini juga memberikan dampak positif pada sektor-sektor lain, seperti perhotelan, transportasi, dan retail, yang menunjukkan bagaimana olahraga dapat memengaruhi ekonomi secara lebih luas.

Media sosial menjadi salah satu pendorong utama tren lari di Indonesia. Platform seperti Instagram dan Strava memungkinkan para pelari untuk membagikan pencapaian mereka, yang pada gilirannya menginspirasi orang lain untuk memulai gaya hidup serupa. Influencer olahraga, seperti pelari profesional atau selebriti yang aktif dalam kegiatan ini, juga memainkan peran besar dalam memotivasi masyarakat untuk bergabung dalam gelombang ini. Hashtag seperti #LariUntukSehat dan #MarathonIndonesia sering kali menjadi tren di media sosial, memperkuat pesan positif tentang kesehatan dan kebugaran.

Dampak dari tren ini juga terlihat dalam aspek kesehatan masyarakat. Kegiatan lari membantu meningkatkan kesehatan kardiovaskular, mengurangi tingkat stres, dan mendorong gaya hidup aktif di kalangan masyarakat perkotaan. Dengan tingginya tingkat polusi dan gaya hidup yang cenderung sedentari di kota-kota besar, lari pagi menawarkan cara sederhana namun efektif untuk meningkatkan kualitas hidup. Selain itu, berbagai perusahaan asuransi kini menawarkan insentif kesehatan berbasis aktivitas, seperti premi yang lebih rendah bagi mereka yang rutin berolahraga. Ini menunjukkan bagaimana kebiasaan sehat tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada sistem yang lebih besar, termasuk sektor kesehatan dan ekonomi.

Tren ini tidak hanya terbatas pada masyarakat kelas menengah ke atas tetapi juga mulai merambah ke masyarakat yang lebih luas. Banyak perusahaan dan organisasi non-profit yang mengadakan acara lari amal, di mana dana yang terkumpul digunakan untuk tujuan sosial. Hal ini menciptakan kombinasi antara olahraga dan kontribusi sosial, sehingga menarik lebih banyak partisipasi. Sebagai contoh, acara lari seperti “Charity Run” atau “Fun Run” berhasil menarik puluhan ribu peserta dari berbagai kalangan dengan tujuan mendukung pendidikan atau kesehatan masyarakat.

Selain itu, teknologi memainkan peran besar dalam memfasilitasi tren ini. Aplikasi seperti Nike Run Club, Strava, dan Garmin Connect memungkinkan para pelari untuk melacak performa mereka, menetapkan target, dan berkompetisi secara virtual dengan pelari lain. Teknologi ini tidak hanya membuat olahraga menjadi lebih menarik tetapi juga mendorong motivasi melalui gamifikasi. Inovasi dalam teknologi wearable juga memungkinkan pelari untuk memantau kesehatan mereka secara lebih mendalam, seperti detak jantung, tingkat oksigen, dan pola tidur.

Bagi pasar global, tren lari di Indonesia mencerminkan potensi besar untuk memperluas pasar olahraga dan kebugaran. Dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, Indonesia menawarkan peluang besar bagi merek internasional untuk memasuki pasar yang terus berkembang ini. Selain itu, acara maraton yang semakin dikenal secara internasional juga membantu memperkuat citra positif Indonesia di mata dunia, menarik lebih banyak investasi dan kolaborasi lintas negara.

Di masa depan, tren ini diperkirakan akan terus tumbuh, didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, inovasi teknologi, dan dukungan komunitas. Dengan semakin banyaknya acara lari dan kemudahan akses ke perlengkapan olahraga, lari maraton dan lari pagi tidak hanya akan menjadi bagian dari gaya hidup tetapi juga sebuah gerakan yang menyatukan masyarakat Indonesia dalam semangat kebersamaan dan kesehatan. Trend ini menjadi contoh nyata bagaimana olahraga bisa menciptakan dampak yang jauh lebih besar dari sekadar aktivitas fisik, menyentuh aspek sosial, ekonomi, dan bahkan budaya.

Bagaimana tren marathon besar di Indonesia menjadi cukup popular dengan banyaknya peserta belakangan ini?

Marathon besar di Indonesia telah menjadi fenomena yang semakin populer, dengan jumlah peserta yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tren ini menunjukkan bagaimana olahraga lari telah bertransformasi dari aktivitas sederhana menjadi acara komunitas yang masif, menggugah antusiasme masyarakat dari berbagai kalangan usia dan latar belakang. Berdasarkan data terbaru, Jakarta Marathon 2023 berhasil menarik lebih dari 20.000 peserta, naik hampir 30% dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini mencerminkan bahwa masyarakat Indonesia tidak hanya melihat marathon sebagai ajang olahraga, tetapi juga gaya hidup yang mempromosikan kesehatan, kebersamaan, dan eksplorasi kota dengan cara yang unik.

Pasar olahraga lari di Indonesia memiliki potensi ekonomi yang signifikan, terutama dengan meningkatnya minat terhadap gaya hidup sehat. Studi oleh Euromonitor menunjukkan bahwa pengeluaran masyarakat Indonesia untuk peralatan olahraga, termasuk perlengkapan lari, telah tumbuh sebesar 15% per tahun dalam lima tahun terakhir. Selain itu, brand global seperti Nike, Adidas, dan Asics semakin agresif dalam memasarkan produk mereka di Indonesia dengan menggandeng influencer lokal dan atlet marathon ternama. Hal ini tidak hanya meningkatkan kesadaran merek tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar strategis di Asia Tenggara. Kemitraan antara penyelenggara marathon dan sponsor seperti bank besar, perusahaan telekomunikasi, dan produsen minuman olahraga juga memperluas jangkauan acara ini kepada audiens yang lebih luas.

Penyelenggaraan marathon besar di Indonesia juga didukung oleh perkembangan teknologi dan media sosial, yang mempercepat penyebaran informasi dan meningkatkan partisipasi. Dengan platform seperti Instagram dan TikTok, peserta sering membagikan momen latihan mereka, pencapaian pribadi, atau pengalaman mereka saat berpartisipasi dalam acara tersebut. Kampanye digital yang kreatif oleh penyelenggara seperti “Run for a Cause” atau “Virtual Marathon Challenges” telah berhasil menarik generasi muda untuk bergabung, meski mereka tidak selalu berada di lokasi fisik acara. Bahkan, virtual marathon seperti yang diselenggarakan selama pandemi 2020 menjadi solusi inovatif yang tetap populer hingga kini, dengan ribuan peserta yang bergabung dari seluruh pelosok negeri.

Tren ini juga memiliki dampak signifikan pada sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Event besar seperti Bali Marathon atau Borobudur Marathon tidak hanya menarik pelari lokal, tetapi juga pelari internasional dari negara-negara seperti Jepang, Australia, dan Eropa. Kunjungan para pelari ini memberikan dorongan bagi industri perhotelan, restoran, dan transportasi. Misalnya, Borobudur Marathon 2022 mencatat kontribusi ekonomi langsung senilai Rp150 miliar untuk wilayah sekitar. Marathon juga menjadi sarana promosi budaya dan keindahan alam Indonesia kepada dunia, menciptakan peluang yang lebih besar untuk pariwisata jangka panjang.

Dari perspektif pasar global, tren marathon besar di Indonesia merefleksikan pertumbuhan olahraga lari sebagai fenomena internasional yang inklusif dan menguntungkan. Menurut laporan World Athletics, jumlah peserta marathon global meningkat sebesar 40% dalam satu dekade terakhir, dengan Asia menjadi wilayah dengan pertumbuhan tercepat. Indonesia, dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa dan kelas menengah yang berkembang, memiliki posisi strategis untuk menjadi bagian penting dari tren ini. Brand seperti Garmin dan Fitbit, yang menyediakan perangkat wearable untuk monitoring kebugaran, melihat Indonesia sebagai pasar yang potensial dengan pertumbuhan penjualan dua digit dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, marathon juga memberikan dampak sosial yang positif, baik bagi individu maupun komunitas. Banyak acara marathon di Indonesia yang diselenggarakan untuk mendukung kampanye sosial, seperti penggalangan dana untuk pendidikan, lingkungan, atau kesehatan. Misalnya, Jakarta Marathon 2022 berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp5 miliar untuk mendukung program pendidikan anak-anak di pedalaman. Hal ini menunjukkan bahwa marathon bukan hanya tentang kompetisi atau kebugaran, tetapi juga sarana untuk menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Namun, dengan meningkatnya popularitas marathon, tantangan logistik dan operasional juga menjadi perhatian penting. Penyelenggara harus memastikan infrastruktur yang memadai, seperti jalan yang aman, sistem registrasi yang efisien, dan fasilitas medis yang memadai untuk menangani peserta yang mengalami kelelahan atau cedera. Kritik terhadap penyelenggaraan Jakarta Marathon 2021, yang mengalami kekacauan di beberapa titik check-in, menjadi pelajaran penting untuk penyelenggaraan acara yang lebih baik di masa depan. Meski demikian, meningkatnya jumlah peserta dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa masyarakat tetap percaya dan antusias terhadap acara-acara ini.

Keberhasilan tren marathon besar di Indonesia juga tidak lepas dari dukungan pemerintah dan komunitas lokal. Pemerintah daerah di berbagai kota seperti Surabaya, Bandung, dan Makassar aktif mendukung event ini sebagai bagian dari program promosi kota mereka. Selain itu, komunitas lari seperti IndoRunners dan Bandung Explorer Runners berperan besar dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya persiapan fisik dan mental sebelum mengikuti marathon. Dengan dukungan ini, marathon tidak hanya menjadi olahraga individu tetapi juga pengalaman sosial yang mempererat solidaritas komunitas.

Secara keseluruhan, tren marathon besar di Indonesia mencerminkan bagaimana olahraga dapat menjadi alat transformasi sosial dan ekonomi yang kuat. Dengan pertumbuhan yang konsisten dan dukungan yang terus meningkat dari berbagai pihak, marathon memiliki potensi untuk menjadi bagian integral dari budaya olahraga di Indonesia. Bagi brand dan perusahaan global, tren ini juga menjadi peluang untuk menjangkau konsumen yang semakin sadar akan pentingnya kesehatan dan gaya hidup aktif. Dengan pendekatan yang inovatif dan kolaboratif, marathon di Indonesia dapat terus berkembang, membawa manfaat yang lebih besar bagi individu, komunitas, dan ekonomi nasional.

Mengapa Anda harus mengirimkan barang dengan SindoShipping dan bagaimana perusahaan kami dapat membantu Anda dan bisnis Anda mengirimkan barang dan produk ke Indonesia?

Visi perusahaan kami adalah membantu perusahaan di seluruh dunia untuk dapat mengekspor produk mereka ke Indonesia dengan mudah dan memperluas pasar mereka secara global, terutama di Asia Tenggara, karena Indonesia adalah pasar internet terkemuka dan ekonomi terbesar di kawasan ini. Kami bertujuan untuk mempermudah proses impor ke negara ini dan membantu jutaan orang Indonesia mengakses produk dari seluruh dunia dengan sistem pengiriman yang efektif.

Dengan dokumentasi dan perantara yang tepat, kami dapat membantu pelanggan kami mengirimkan beberapa kategori barang yang memiliki batasan terbatas ke Indonesia tanpa kendala langsung ke alamat pelanggan, karena kami memahami proses dan regulasi impor, termasuk proses perpajakan impor.

SindoShipping mengkhususkan diri dalam pengiriman elektronik, produk berteknologi tinggi, kosmetik, merek mewah, mainan, suplemen dan vitamin, fashion, tas dan sepatu, serta obat-obatan tradisional ke Indonesia sejak 2014 dengan layanan pengiriman yang sangat akurat dan pelacakan langsung selama pengiriman lintas batas sehingga pelanggan dapat merasa aman dan yakin dengan pengirimannya. Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut di 6282144690546 dan kunjungi situs kami sindoshipping.com.

Leave an inquiry

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog

The blog is inspired by the luxury brand world knowledge and the information about shipping goods to Indonesia. With our expertise of shipping and the product knowledge, rest assured that your shipping are in the good hands.